Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Sejak 1965 Warung Makan Purnama Menjaga Citarasa Mangut Tradisional di Muntilan Magelang

Magang Radar Magelang • Kamis, 2 Oktober 2025 | 22:01 WIB
Suasana dapur tradisional Warung Makan Purnama di Muntilan. Seluruh masakan dimasak di pawon dengan kayu bakar, menciptakan aroma khas yang menjadi ciri mangut legendaris sejak 1965
Suasana dapur tradisional Warung Makan Purnama di Muntilan. Seluruh masakan dimasak di pawon dengan kayu bakar, menciptakan aroma khas yang menjadi ciri mangut legendaris sejak 1965

RADARMAGELANG.ID, Mungkid — Warung Makan Purnama menjadi salah satu destinasi kuliner yang melegenda. Berdiri sejak tahun 1965 di tepi Jalan Raya Muntilan Km. 13. Warung makan ini setia menjaga keaslian rasa dengan menu andalan nasi mangut ikan tawar, yang telah menggugah selera pelanggan selama lebih dari lima puluh tahun.

Warung makan ini bermula dari usaha yang didirikan oleh ibu mertua Ibu Widaryuni. Hingga pengelolaan pun beralih ke tangan generasi kedua, yakni Ibu Widaryuni sendiri, yang dengan sepenuh hati melanjutkan perjuangan sekaligus menjaga keaslian cita rasa warisan keluarga.

Warung Purnama tidak hanya mempertahankan cita rasa tradisional, tetapi juga menyajikan pilihan menu yang variatif untuk memanjakan lidah para pengunjung.

Beragam olahan mangut menjadi daya tarik utamanya, mulai dari mangut lele yang paling diminati, mangut bawal, mangut wader, serta hidangan lain seperti nasi opor bebek dan nasi pecel dengan kuah mangut.

Nasi pecel mangut lele, salah satu sajian andalan Warung Makan Purnama yang sudah melegenda sejak 1965
Nasi pecel mangut lele, salah satu sajian andalan Warung Makan Purnama yang sudah melegenda sejak 1965

"Kalau ditanya menu paling disukai, kebanyakan pelanggan lebih senang dengan mangut. Yang paling terkenal memang mangut lele, itu spesialnya di sini," ujar Ibu Widaryuni.

Ia menambahkan, "Kami tetap mempertahankan cara memasak tradisional sejak dulu. Dari bumbu yang ditumbuk manual sampai memasak dengan kayu bakar, semua itu yang membuat rasanya berbeda."

Keistimewaan Warung Purnama juga terlihat dari menu pelengkapnya. Salah satunya adalah telur ikan melem goreng yang jarang ditemui di tempat lain. "Telur ikan melem goreng ini khas kami. Teksturnya unik, mirip telur bebek, dan banyak pelanggan suka," jelas Widaryuni.

Menurutnya, menjaga kualitas bahan baku menjadi prioritas utama. "Ikan harus segar, santan diperas dari kelapa pilihan, dan bumbu selalu dibuat baru setiap hari. Kalau ada yang berubah sedikit saja, rasanya pasti berbeda," ungkapnya.

Warung makan Purnama buka setiap hari pukul 07.30–19.30 WIB dan dikelola oleh delapan karyawan. Dapurnya selalu ramai menyiapkan hidangan dari ikan segar demi menjaga kualitas rasa.

Menurut Mamat, 21, seorang pembeli yang mengaku menyempatkan diri singgah di warung ini. "Rasanya enak tadi saya pesan Nasi Pecel Mangut Lele dan juga Kopi. Mangut lele di sini memang juara kalau menurut saya," tuturnya.

Warung Makan Purnama membuktikan bahwa resep tradisional dan teknik memasak warisan keluarga bisa bertahan melewati zaman.

Dengan mangut lele sebagai ikon dan kekhasan cara masak yang tak berubah sejak 1965, warung ini tetap menjadi destinasi kuliner yang membekas di hati pengunjung. (muhammad tegar julianto/diah natasha putri/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Warung Legendaris Muntilan #Mangut Lele Muntilan #Wisata Kuliner Jawa Tengah #Pawon Kayu Bakar #Warung Makan Sejak 1965 #Nasi Pecel Mangut Lele #Warung Makan Purnama #Kuliner Khas Muntilan #kuliner magelang #Mangut Tradisional