Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Mengenang Sang Maestro "Bapak Lukisan Dekoratif" Magelang di Pameran Memorabilia H. Widayat 

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 29 September 2025 | 04:35 WIB

 

Pengunjung melihat-lihat foto-foto kenangan sang maestro H. Widayat.   
Pengunjung melihat-lihat foto-foto kenangan sang maestro H. Widayat.  

 

RADARMAGELANG.ID, MungkidMuseum Haji Widayat Magelang menggelar pameran bertajuk Memorabilia H. Widayat.

Pameran ini menjadi momentum untuk mengenang dan mengenalkan karya-karya milik almarhum H. Widayat. 

Dalam pameran kali ini, pengunjung akan diajak melihat karya sang maestro, serta berkeliling ke setiap sudut rumah yang pernah ditinggali.

Lokasi pameran di Museum H. Widayat Jalan Soekarno-Hatta No 32 Sawitan, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Selama ini, H. Widayat dikenal sebagai seniman yang memiliki gaya khasnya yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan estetika kontemporer.

Haji Widayat dijuluki "Bapak Lukisan Dekoratif".

Widayat dilahirkan di Kutoarjo, 9 Maret 1919.

Dia meninggal pada 2022 dalam usia 83 tahun. 

Alasan dijuluki sebagai Bapak Lukisan Dekoratif karena karya-karyanya merupakan perpaduan antara detail yang rumit, warna yang harmonis, dan narasi budaya yang mendalam.

Di Indonesia baru pertama kali ada pameran bertajuk memorabilia seniman. 
Di Indonesia baru pertama kali ada pameran bertajuk memorabilia seniman. 

“Naluri estetik dan artistik bapak bisa kita lihat dan telusuri pula melalui pembuatan taman, pemilihan pohon, penataan arsitektur, dan interior museum, serta koleksi barang antik yang sedemikian banyak,” ujar Fajar Purnomo Sidi, putra H. Widayat kepada Jawa Pos Radar Magelang

Pria yang akrab disapa Pungki yang merupakan Direktur Museum H. Widayat ini mengakui, di Indonesia baru pertama kali ada pameran bertajuk memorabilia seniman. 

Pihaknya ingin mengenang dan mengenalkan karya-karya milik H. Widayat. Baik kepada keluarga, sahabat, maupun generasi muda.

Ia juga menyampaikan, selain dikenal sebagai seniman, H. Widayat juga sebagai kolektor.

Banyak barang yang dibeli disimpan dan dipamerkan di Museum H. Widayat. 

“Seperti ada pahatan baru dari seniman asal Muntilan yang juga dibeli sama bapak dan dipamerkan di halaman rumah ini (Museum H. Widayat),” jelasnya. 

Ketua Pameran Memorabilia H. Widayat, An-Nisa Goldina A mengatakan, dalam pameran ini berbagai benda-benda peninggalan, koleksi, maupun foto-foto kenangan keluarga  dipamerkan.

Selain itu, pengunjung bisa melihat langsung tempat yang digunakan untuk membuat karya.

“Kami membuka kediaman yang ditempati keluarga, di situ dipajang foto-foto kenangan keluarga. Di lantai dua, ada tempat yang sering digunakan untuk melukis,” ucapnya. 

Yang jelas, kata dia, pada pameran kali ini, semua lokasi dibuka.

Baik di joglo, rumah pribadi, rumah belakang, galeri, museum dan studio pribadi.

Kecuali satu ruangan, yakni gudang.

“Yang dipamerkan ada lukisan, karya-karya lainnya dalam bentuk patung, grafis, dan batik,” imbuhnya.

Cucu H. Widayat ini menambahkan, untuk di galeri berkolaborasi dengan 16 seniman yang dipilih kurator.

“Lukisan Pak Widayat (disandingkan) dengan 16 seniman kolaborasi ini. Kebanyakan dari Jogja, ada 18 lukisan. Dari Pak Widayat sekitar 23. Pameran dari tanggal 27 September sampai 27 Oktober 2025,” ujarnya. 

Salah satu pengunjung asal Jogjakarta, Popok Tri Wahyudi mengaku, pameran ini sangat bagus.

Ia berharap Museum H. Widayat ini bisa selalu terbuka. 

Sebab, setiap kali ke Magelang,  ia melihat Museum H. Widayat tidak pernah buka dan tidak ada aktivitas.

“Saya pertama ke sini tahun 1992-1993, awal kuliah. Cuma bagian depan (museum), yang bagian belakang, ruang mandi, ruang pribadi beliau, segala macam (belum). Baru ini kebuka semua, ya menarik,” ujarnya.

Ia mengaku, usai melihat-lihat pameran, ternyata H. Widayat sangat produktif.

Karya-karyanya tidak monoton.

“Pak Widayat ini berani bermain di semua media dan komplet. Ada cat air, spidol, dan monotep kayu. Dia berani bermain di semua media. Semuanya dihajar sama beliau,” ujarnya. 

“Mudah-mudahan habis ini dibuka terus, sehingga masyarakat bisa mengenal lebih dalam karya-karya H. Widayat,” tambahnya. (rfk/aro)

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#seniman #memorabilia #H Widayat #dekoratif