RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Usai menjalankan program Verifikasi Data Kemiskinan (VDK) yang diinisiasi oleh Bupati Magelang Grengseng Pamuji dan Wakil Bupati Magelang Sahid, Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Magelang tengah mematangkan persiapan Sensus Ekonomi (SE) 2026, sebuah proyek besar yang dirancang untuk memotret kondisi perekonomian Indonesia.
Sensus Ekonomi 2026 akan dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama, pada Mei. Perusahaan dapat mengisi data secara mandiri melalui tautan yang dikirimkan BPS. Tahap kedua adalah pendataan langsung atau door-to-door oleh ribuan petugas yang akan disebar ke seluruh wilayah.
Untuk mendukung kegiatan ini, BPS akan merekrut sekitar 2.000 lebih petugas di Kabupaten Magelang. Rekrutmen dilakukan secara transparan dan terbuka untuk umum, dengan spesifikasi tertentu seperti pendidikan dan usia.
“Kami mengajak seluruh masyarakat Magelang untuk mendukung kegiatan ini. Data yang jujur dan akurat dari Anda akan menjadi fondasi bagi perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih baik untuk Indonesia Maju,” ujar Kepala BPS Kabupaten Magelang Kus Haryono.
Kus Haryono menjelaskan, Sensus Ekonomi 2026 akan mencakup seluruh kegiatan usaha di luar sektor pertanian, termasuk industri, konstruksi, perdagangan, hingga jasa. Selain itu, BPS juga akan menghadapi tantangan lain seperti pola bisnis musiman.
Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Magelang Ahmad Taufik menekankan pentingnya data bagi pembangunan. Menurutnya, indikator ekonomi seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sangat krusial untuk mengukur pertumbuhan ekonomi dan merumuskan kebijakan yang tepat sasaran.“Data bukan sekadar angka, melainkan cerminan kondisi nyata masyarakat. Data yang valid akan membantu pemerintah membuat keputusan yang benar. Apalagi Bapak Bupati juga sangat konsen dengan pendataan di Kabupaten Magelang,” kata Taufik.
Untuk memastikan data yang terkumpul akurat dan terpercaya, BPS telah mempersiapkan metodologi dan aplikasi khusus. Petugas sensus akan menggunakan perangkat mobile untuk mendata secara offline dan mengirimkannya ke server saat sinyal tersedia. "Masyarakat tidak perlu khawatir. Kami menjamin kerahasiaan data yang diberikan. Sesuai undang-undang, BPS tidak akan pernah membocorkan data individu kepada pihak manapun," tegas Taufik. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto