RADARMAGELANG.ID, Mungkid — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi ingin agar petani cabai sejahtera. Karena Provinsi Jawa Tengah merupakan sentral cabai nasional, 15,9 persen cabai rawit dan yang 13,8 persen cabai besar.
Sebanyak, 10 kabupaten kota di Jawa Tengah merupakan sentra cabai. Di Kabupaten Magelang hampir 2.000 petani merupakan petani cabai, 400 hektare ditanami cabai.
Jika dipanen ini hasilnya sekitar 3000 ton per enam bulan. Artinya dari hasil ini cukup untuk ketahanan pangan untuk para petani cabai.
Sehingga, distribusi rangkaian agro khususnya cabai bisa lebih mudah dan para petani cabai lebih sejahtera.
“Direktur PT JTAB (Jateng Agro Berdikari) sanggup kan, karena ini merupakan salah satu tanggung jawab bapak untuk distribusi rangkaian Agro terkait dengan cabe petani harus sejahtera. Kalau tidak sanggup akan saya evaluasi,” ucap Ahmad Luthfi saat panen cabai di Desa Banyusidi, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang, Senin (22/9/2025).
Lutfi ingin tidak ada lagi inflasi terkait cabai di Jawa Tengah, termasuk bawang merah. Sehingga tidak ada lagi inflasi bahan pokok penting (bapokting) di Provinsi Jawa Tengah.
“Jangan sampai terjadi lagi di sini cabainya tidak pedas, tapi di Pati cabenya lebih pedas lagi. Karena cabainya tidak sampai di daerah sana, sehingga harganya disini murah dan disana larang (mahal),” pungkasnya.
Ini tidak akan terjadi, jika seluruh elemen baik dari OPD, dinas, maupun BUMD untuk ikut serta membantu dalam rantai distribusi. Karena teman-teman kepala daerah menunggu gerakan ini.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji berharap dengan kolaborasi ini, hargai cabai tetap aman dan terjangkau di konsumen dan tetap layak di petani.
Ia mengatakan, Kabupaten Magelang memiliki potensi sumber daya yang dikembangkan, namun masih perlu dimaksimalkan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Salah satu sektor yang penting itu adalah komoditas pangan, sebagai kebutuhan dasar manusia,” ucapnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo