Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tim Pengabdian Masyarakat Untidar Gelar Focus Group Discussion tentang Keberlanjutan Urban Farming dan Pemberdayaan UMKM di Tuksongo, Borobudur

H. Arif Riyanto • Jumat, 12 September 2025 | 02:28 WIB
Focus Group Discussion (FGD) bertema "Keberlanjutan Urban Farming dan Pemberdayaan UMKM" digelar di TPS3R Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (23/8/2025) lalu.   
Focus Group Discussion (FGD) bertema "Keberlanjutan Urban Farming dan Pemberdayaan UMKM" digelar di TPS3R Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (23/8/2025) lalu.  

RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Focus Group Discussion (FGD) bertema "Keberlanjutan Urban Farming dan Pemberdayaan UMKM" digelar di TPS3R Tuksongo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Sabtu (23/8/2025) lalu.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim Universitas Tidar (Untidar) Magelang.

FGD ini merupakan agenda kedua setelah materi edukasi yang diselenggarakan pada 20 Juli 2025, yang dihadiri oleh 30 mitra binaan Fita Farm.

Pada FGD kali ini, hadir 10 anggota mitra Fita Farm yang merupakan tokoh kunci dalam komunitas urban farming.

Tim pengabdian masyarakat Universitas Tidar mengusung judul "Peningkatan Kapasitas Binaan Usaha Mikro melalui Integrated Farming dan Ekonomi Sirkular pada Skema Affirmasi Program Kemitraan Masyarakat dari LPPM Universitas Tidar Tahun Anggaran 2025".

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas mitra binaan UMKM dan mempromosikan urban farming serta konsep ekonomi sirkular.

Salah satu tujuan dari kegiatan ini adalah merumuskan strategi pengembangan urban farming, memahami tantangan dan peluang bagi UMKM di lingkungan urban, serta menyusun rencana aksi untuk meningkatkan kapasitas mitra binaan.

Ketua Tim Pelaksana Budi Hartono, S.E., M.Sc.berharap FGD ini dapat memberi ruang bagi UMKM untuk mendapatkan dukungan lebih dalam pengembangan usaha, serta mengoptimalkan potensi urban farming dan ekonomi sirkular.

“Kami juga ingin menciptakan sinergi antara komunitas dan Fita Farm agar dapat mendukung penerapan urban farming sebagai tujuan edukasi dan pemberdayaan," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Dikatakan, program ini juga melibatkan mahasiswa sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat.

Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa, agar mereka dapat mempraktikkan keilmuan yang telah dipelajari di kelas dalam konteks yang nyata di lapangan.

“Dengan terlibat dalam kegiatan ini, mahasiswa dapat memahami tantangan yang dihadapi oleh para petani urban dan UMKM, serta memperoleh wawasan yang lebih dalam tentang penerapan konsep pertanian terpadu dan ekonomi sirkular di tingkat masyarakat,” bebernya.

Ketua Fita Farm Yuswinto menambahkan, pihaknya sangat membutuhkan dukungan dari dinas terkait untuk kelangsungan usaha yang digeluti, termasuk kebutuhan mesin choper dan motor roda tiga untuk meningkatkan efisiensi produksi.

“Selain itu, kolaborasi dengan pemerintah untuk mendapatkan subsidi kebijakan dari Dinas Lingkungan Hidup sangat penting bagi keberlanjutan usaha ini,” harapnya.

Anggota binaan Fita Farm Rofiq juga berbicara mengenai pentingnya pemanfaatan sampah sebagai sumber daya ekonomi.

"Kami berharap sampah yang dihasilkan dapat diolah menjadi nilai ekonomi yang bermanfaat, dan kami memerlukan dukungan dari pemerintah untuk mewujudkan kemandirian pangan dengan memanfaatkan pekarangan rumah," ujarnya.

Anggota tim pengabdian masyarakat Axel Giovanni, S.E., M.M. menyatakan, keberlanjutan bukan hanya tentang ekonomi, tetapi juga tentang menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan.

“Semangat gotong royong harus terus diterapkan agar komunitas ini tetap berkembang dan bertahan,” katanya.

Dengan adanya kegiatan ini, lanjut dia, diharapkan dapat tercipta sinergi yang kuat antara masyarakat, Fita Farm, mahasiswa, dan berbagai pihak terkait, yang dapat mendorong pengembangan urban farming dan pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan.

“Program ini diharapkan memberikan dampak positif yang dapat memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat desa, sekaligus membuka peluang baru dalam bidang pertanian dan ekonomi sirkular,” pungkasnya.(ima/web/aro)

                                      

Editor : H. Arif Riyanto
#Tuksongo #borobudur #untidar #LPPM Untidar #Pengabdian kepada masyarakat #Universitas Tidar Magelang