RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Ratusan relawan yang tergabung dalam Ambulans Desa (Ambudes) Gemilang mengikuti Apel Siaga Relawan Ambudes Gemilang ke-14, di GOR Pagersari, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang, Sabtu (6/9/2025).
Bagi masyarakat Kabupaten Magelang, Ambudes bukan sekadar armada darurat, melainkan wajah nyata dari solidaritas sosial yang tumbuh dari desa.
Camat Mungkid Syihabidin Ashodiqi menegaskan betapa pentingnya peran para relawan Ambudes.
Mereka disebut sebagai garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama, transportasi medis, sekaligus dukungan kemanusiaan di saat krisis.
"Di tengah keterbatasan, para relawan tetap hadir dengan ketulusan, kecepatan, dan keberanian.
Ini adalah wujud nyata dari semangat desa kuat, rakyat sehat," ujar Syihabidin membacakan sambutan bupati tertulis Bupati Magelang.
Namun, di balik semangat itu, terselip catatan penting. Ia mengakui dukungan operasional dari pemerintah desa terhadap program Ambudes masih belum maksimal.
Para pengemudi ambulans pun masih menunggu kebijakan terkait insentif dari pemerintah kabupaten.
"Kita tidak bisa membiarkan relawan bekerja tanpa dukungan yang layak. Saya berkomitmen untuk mengkaji dan merumuskan kebijakan yang berpihak kepada para driver," tegasnya.
Ambudes dinilai telah berkembang menjadi ikon pelayanan berbasis komunitas. Selain menjawab kebutuhan praktis dalam kondisi darurat, keberadaannya menjadi simbol kepedulian sosial.
Ketua Paguyuban Ambudes Gemilang, Sajidun mengatakan apel siaga ini telah menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali.
Tahun 2025 menandai pelaksanaan yang ke-14, dengan partisipasi 600 pengemudi ambulans.
Ia menambahkan selain mempererat silaturahmi, apel siaga juga menjadi wadah penting untuk menyerap aspirasi relawan dan menyampaikan informasi dari pemerintah daerah.
"Harapannya, kesejahteraan para driver meningkat, terutama dengan dukungan lebih baik dari pemerintah desa untuk biaya operasional seperti servis kendaraan dan bahan bakar," harap Sajidun. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo