Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Seniman Komunitas Lima Gunung Gelar Doa Bersama Sikapi Kondisi Indonesia di Candi Mendut

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 6 September 2025 | 14:22 WIB
Seniman yang tergabung dalam komunitas Lima Gunung melakukan doa bersama di Candi Mendut, Kabupaten Magelang.
Seniman yang tergabung dalam komunitas Lima Gunung melakukan doa bersama di Candi Mendut, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Seniman yang tergabung dalam komunitas Lima Gunung melakukan doa bersama di Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Kamis (4/9/2025) sore. Doa bersama dilakukan untuk menyikapi perkembangan situasi yang terjadi saat ini.

 Ketika hendak memasuki komplek dalam Candi Mendut, Magelang, mereka sempat ditahan petugas.Tidak diperbolehkan masuk oleh petugas yang berjaga. Pimpinan Komunitas Lima Gunung pun harus menelepon pihak yang berwenang.

Sekitar 30 menit berkoordinasi, akhirnya para seniman yang mengenakan baju serbaputih kembali melanjutkan ritual doa bersama.

Mereka berjalan, tanpa bersuara mengelilingi Candi Mendut sambil membawa bunga, dupa maupun tema Festival Lima Gunung (GLF) yang  dibawa sejak tahun 2010 hingga 2025.

Menurut Sujono Keron, ketua Komunitas Lima Gunung mengatakan, aksi yang dilakukan merupakan bentuk dukungan dan support untuk mereka yang sedang menyampaikan aspirasinya ke DPR RI.

“Kami berdoa supaya apa yang diharapkan dari teman-teman semua ini  segera pulih,"ujarnya.

Ia mengaku, tidak diperbolehkan melakukan ritual doa di dalam komplek Candi Mendut. Padahal, pihaknya hanya berdoa. Meski kemudian akhirnya diperbolehkan melakukan doa bersama di area Candi Mendut.

“Walaupun itu diatur tidak boleh berbicara, kemudian tidak boleh performance. Akhirnya hanya tapa bisu (tidak berbicara). Ya tertahan sekitar 30 menit,” tegasnya.

Sementara itu, pimpinan Komunitas Lima Gunung lainnya, Sih Agung Prasetyo menambahkan,  untuk menyikapi situasi di negara Indonesia, Komunitas Lima Gunung  merespons bukan dengan kemarahan dan emosional.

“Tapi, ini betul-betul dari lubuk hati paling dalam. Kita mencoba untuk merekonstruksi kembali dari tema-tema yang pernah dipakai dalam Festival Lima Gunung sejak tahun pertama sampai tahun ini.

Ternyata kok itu semua (tema) bisa disebut sebagai penanda zaman,” kata Sih Agung.

Para seniman ingin  menyampaikan pada bangsa Indonesia bahwa segala sesuatu itu diselesaikan dengan kepala yang dingin, penuh pemikiran dan rasa pangrasa. (rfk/lis)

 

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#candi mendut #komunitas lima gunung #protes #doa bersama #Tapa Bisu