RADARMAGELANG.ID Mungkid– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Magelang melaksanakan pentasyarufan dana zkat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada Mlmustahik (penerima zakat), bertempat di Pendopo Merapi Rumah Dinas Bupati Magelang, Kamis (4/9/2025).
Total Rp 251,6 juta dana yang ditasyarufkan kepada para mustahik yang berjumlah 139 penerima.
Kepala Baznas Kabupaten Magelang, M. Kholid As'adi menyampaikan, sejak Januari hingga Agustus di tahun ini, Baznas Kabupaten Magelang telah mengumpulkan ZIS Rp 6,6 miliar.
Kata Kholid, angka ini meningkat dari tahun kemarin,l. Pada tahun lalu selama satu tahun terkumpul Rp 6,2 miliar.
“Di tahun ini kami menargetkan sekitar Rp 9 miliar,” jelas Kholid.
Ia menyampaikan, untuk mustahik yang menerima pentasyarufan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ini dibagi menjadi beberapa.
Seperti, di bidang pendidikan, kesehatan, akomodasi kesehatan (biaya transport dan tanggungan biaya lain yang tidak tercover BPJS).
Kemudian bantuan kursi roda dan biaya hidup lansia, serta ekonomi.
“Untuk nominal yang didapat para mustahik juga beragam, seperti di bidang pendidikan itu per orang ada yang mendapatkan Rp 1 juta. 2 juta, ada juga yang 3 juta,.
Hal ini kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing,” ucapnya.
Untuk penyaluran pentasyarufan ini, kata Kholid, dalam satu tahun dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Seharusnya untuk pentasyarufan ini, diberikan pada Agustus lalu. Namun, karena bersamaan agenda lain di undur di bulan ini.
“Selain itu, kita juga mentasyarufkan beberapa bantuan. Di antaranya bantuan pembinaan mualaf bidang dakwah advokasi, bantuan RTLH, bantuan sumur untuk lokasi rawan kekeringan, bantuan pelatihan dan modal usaha bidang boga dan bantuan bencana alam, serta warga yang terdampak bencana seperti tanah longsor maupun kebakaran,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kabupaten Magelang atas kerja keras, ketelatenan, dan komitmen dalam mengelola dana zakat, infak, dan sedekah secara amanah dan profesional.
Program penyaluran bantuan berbasis proposal ini merupakan bentuk inovasi yang patut diapresiasi, karena memberi ruang partisipasi langsung dari masyarakat dalam menyampaikan kebutuhan mereka.
Kemudian, bantuan yang disalurkan hari ini mencerminkan semangat gotong royong dan kepedulian yang menjadi ciri khas masyarakat Magelang.
“Kita percaya bahwa zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga instrumen pembangunan sosial yang mampu mengurangi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan.
Oleh karena itu, saya berharap bantuan ini tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga menjadi pemantik semangat untuk bangkit, mandiri, dan berdaya,” pesannya.
Kepada para penerima manfaat, ia berpesan, manfaatkan bantuan ini dengan bijak, jadikan sebagai modal awal untuk memperbaiki kondisi kehidupan, dan jangan ragu untuk terus bermimpi dan berusaha.
Pemerintah Kabupaten Magelang berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang bersinergi dengan lembaga-lembaga keagamaan dan sosial seperti BAZNAS.
“Kita ingin membangun ekosistem yang saling menguatkan, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Mari kita jaga semangat kebersamaan ini.
Jangan biarkan perbedaan menjadi penghalang, tetapi jadikan sebagai kekuatan untuk saling melengkapi. Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga zakat, saya yakin Kabupaten Magelang akan semakin maju, sejahtera, dan berkeadilan,” ujarnya. (rfk)
Editor : Lis Retno Wibowo