RADARMAGELANG.ID, Mungkid- Ribuan warga menyaksikan Parade Gebyar Seni Budaya 2025, Sabtu (23/8/2025) pagi.
Event yang dilaksanakan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta hingga Lapangan Drh. Soepardi ini untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80.
Hadir Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Wakil Bupati Sahid, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Magelang.
Di antaranya, Dandim 0705/Magelang Letkol (Inf) Afrizal Rakham, Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar, Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sakir, Sekda Adi Waryanto, serta seluruh jajaran OPD Kabupaten Magelang.
Saat membuka acara, Bupati Grengseng Pamuji berharap agar kegiatan ini bisa terus menjadi wadah untuk berekspresi dan regenerasi budaya pada generasi berikutnya.
“Kegiatan ini kita harapkan mampu mendorong pengembangan, pelestarian, dan pemanfaatan seni budaya yang ada di Kabupaten Magelang dan memastikan warisan seni budaya tidak hanya dikenang, tetapi juga berkembang, hidup, dan diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Bupati Grengseng.
Dalam parade tahun ini, peserta yang dilibatkan berasal dari 21 kecamatan, 8 subrayon 25 perwakilan OPD, BUMD, BUMN, instansi vertikal dan partisipasi masyarakat.
Sebagai bentuk apresiasi kepada peserta sekaligus untuk menumbuhkan jiwa kompetitif yang sehat, sebanyak 21 kecamatan menampilkan berbagai kesenian tradisional, seperti tari topeng ireng, tari soreng, seni campur, jaranan, hingga warok.
Mereka bersaing untuk memperebutkan gelar penyaji terbaik dengan kategori juara harapan hingga juara pertama.
Selain itu, peserta juga memiliki kesempatan untuk memperebutkan juara favorit yang akan langsung dipilih oleh Bupati Grengseng Pamuji.
“Harapannya, tahun depan lebih meriah. Yang tampil akan lebih banyak dan berkualitas,” harapnya.
Peserta asal Dukuh Krandan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Dani, 20, mengaku, mempersiapkan penampilan timnya dalam event ini hanya dalam kurun waktu lima hari.
“Latihan tiap malam sampai benar-benar capek. H-1 mengalami banyak kendala, tapi aku salut sama temen-temen, karena problem solving-nya bagus dan terlaksana secara maksimal,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Salah satu pengunjung Ardel, 20, mengatakan, jumlah penonton membludak.
Bahkan, lebih banyak dibanding event serupa tahun lalu.
“Tadi jam 09.30 pengunjungnya udah banyak banget, terus tadi saya lihat di deket panggung pemkab, penonton sangat excited banget. Para peserta kali ini juga kreatif-kreatif. Pokoknya lebih meriah dibanding tahun lalu. Karnavalnya tadi ada gedruk, leak, dan taruna drumband,” ujarnya.
Parade Gebyar Seni Budaya 2025 tidak hanya menjadi panggung unjuk kreativitas daerah, namun juga menjadi momentum penting dalam menjaga dan menghidupkan kembali kekayaan budaya lokal Kabupaten Magelang di tengah arus modernisasi. (mg5/mg4/mg6/aro)
Editor : H. Arif Riyanto