RADARMAGELANG.ID, Magelang - Pengelola Taman Wisata Borobudur (TWB), secara bertahap mulai menambah kuota pengunjung yang bisa naik ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Dari yang semula 1.200 orang per hari, kini naik menjadi 3.000 orang secara bertahap.
Meskipun hal ini belum difinalisasi dalam bentuk aturan tertulis, keputusan ini telah disepakati secara prinsip antara Kementerian Kebudayaan dengan PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko selaku pengelola.
Komisaris Utama PT TWC Kacung Marijan menyampaikan, rencana penambahan kuota ini sebenarnya masih dalam uji coba.
Sehingga pihaknya tidak bisa asal-asalan menambah kuota.
“Kita tetap harus menjaga dan memperhatikan kelestarian bangunan Candi Borobudur itu sendiri. Sehingga dalam penambahan kuota ini, kita tidak bisa berlebihan,” jelasnya.
Dia menyebut penambahan kuota ini bukan semata membuka keran wisata. Tetapi juga mengelola warisan budaya secara berkelanjutan.
“Kita tetap pada prinsip kehati-hatian. Yang penting itu pengaturan waktu dan ritmenya, bukan hanya soal total angka,” tegas Kacung.
Sementara itu, di momen kemerdekaan kali ini, Taman Wisata Borobudur juga memberikan promo bagi wisatawan.
“Kami menghadirkan promo spesial berupa diskon tiket masuk sebesar 80 persen untuk 80 orang pertama yang hadir dengan mengenakan busana bernuansa merah putih. Promo ini berlaku serentak pada 17 Agustus 2025 di ketiga destinasi, yaitu Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko. Para pengunjung diharapkan datang lebih awal dan tampil dengan semangat nuansa kemerdekaan,” jelas Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan.
Ia menyampaikan, semangat kebersamaan dan kegembiraan khas 17-an di TWC Borobudur diwujudkan ke dalam berbagai lomba tradisional seperti Gelas Indah Bola Pingpong, Sambung Menyambung Jadi Satu, dan Masuk Pak Eko Challenge!
Perlombaan yang berlangsung di Taman Lumbini, ini dimulai pada pukul 10.00–12.00 dirancang untuk menghadirkan suasana akrab, tawa, dan nilai gotong royong yang menjadi semangat utama kemerdekaan. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto