Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Tindak Ribuan Pelanggar Operasi Patuh Candi 2025, Didominasi Pengendara Tak Pakai Helm dan SIM

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 31 Juli 2025 | 05:50 WIB

 

Operasi besar-besaran yang dilakukan anggota Polresta Magelang berhasil menggagalkan aksi balap liar.
Operasi besar-besaran yang dilakukan anggota Polresta Magelang berhasil menggagalkan aksi balap liar.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Selama 14 hari Operasi Patuh Candi 2025, Polresta Magelang mencatat 2.428 pelanggaran lalu lintas yang ditindak melalui tilang, baik elektronik maupun manual.

Rinciannya, sebanyak 1.758 pelanggaran ditindak melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), dan 670 pelanggar lainnya dikenai tilang manual.

Selain itu, petugas juga memberikan 1.130 teguran kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Sianipar melalui Kasat Lantas Kompol Nyi Ayu Fitria Facha menyampaikan, selama operasi juga mencatat adanya sembilan kejadian kecelakaan lalu lintas. 

“Kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas merupakan kunci utama dalam mencegah kecelakaan,” katanya. 

Karena itu, pihaknya terus mengimbau pengguna jalan untuk mematuhi rambu lalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan.

Sementara itu, selama operasi Patuh Candi 2025 sejak 14 hingga 27 Juli lalu, Polres Magelang Kota mencatat 770 pengendara ditilang dan 630 lainnya diberikan teguran.

“Mayoritas pelanggaran yang terjadi adalah pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm, serta tidak memiliki surat-surat kelengkapan seperti SIM,” jelas Kasat Lantas Polres Magelang Kota AKP Krida Risanto kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (29/7/2025).

Ia menambahkan, selama dua pekan operasi banyak ditemukan pengendara yang masih abai terhadap keselamatan berlalu lintas.

Pelanggaran terbanyak adalah tidak memakai helm dan tidak memiliki SIM. 

Selain itu, lanjut dia, selama operasi, terjadi lima kecelakaan lalu lintas dengan total 12 korban mengalami luka ringan.

Dikatakan, dalam pelaksanaan operasi, pihaknya tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga mengedepankan upaya edukasi dan sosialisasi kepada pengguna jalan di sekolah-sekolah, pusat keramaian, serta melalui media sosial.

"Harapannya, setelah operasi ini, masyarakat lebih sadar akan pentingnya tertib berlalu lintas, bukan karena takut ditilang, tapi demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya," harapnya. (rfk/aro) 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#etle #Operasi patuh candi 2025 #tilang