Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Pernikahan Tembakau di Lereng Sumbing Magelang, Berharap Hasil Panen Melimpah

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 31 Juli 2025 | 05:40 WIB

 

Tradisi pernikahan tembakau di Dusun Gopakan, Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Selasa (29/7/2025).
Tradisi pernikahan tembakau di Dusun Gopakan, Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, Selasa (29/7/2025).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Umumnya pernikahan digelar untuk mempersatukan mempelai pria dan wanita dalam ikatan yang sah. 

Namun di Kabupaten Magelang, ada pernikahan unik yakni menikahkan dua tanaman tembakau. 

Pernikahan tembakau ini merupakan tradisi asli dari Dusun Gopakan, Desa Genito, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, yang berada di lereng Gunung Sumbing.

Tradisi ini merupakan simbol rasa syukur masyarakat terhadap hasil panen tembakau yang melimpah.

Setiap tahun, setelah panen, masyarakat setempat menggelar upacara ini dengan harapan agar hasil pertanian di masa mendatang semakin baik.

Tradisi ini rutin digelar di bulan Safar tepatnya pada Selasa Pahing.

Tampak ‎warga yang ditinggal di lereng Gunung Sumbing antusias mengikuti tradisi ini.

Meskipun bukan acara pernikahan pada umumnya, namun acara pernikahan tembakau ini benar-benar digelar secara khidmat.

Acara dipusatkan di Sendang Piwakan, Selasa (29/7/2025).

Diawali dengan acara iring-iringan gunungan hasil bumi yang dibentuk menyerupai naga, diikuti di belakangnya sepasang temanten tembakau laki-laki dan perempuan. 

Setelah iring-iringan sampai Sendang Piwakan, dilanjutkan acara ritual dan doa bersama.

Berikutnya, hiburan rakyat terlebih dahulu, sebelum pasangan tembakau masuk ke panggung pelaminan. 

Setelah pentas jathilan, dilanjutkan acara inti, prosesi pernikahan tembakau.

“Pernikahan tembakau ini untuk nguri-nguri budaya yang memiliki makna sangat dalam bagi kami (warga Dusun Gopakan),” ujar Kepala Dusun Gopakan Sugitno. 

Ia mengatakan, ritual ini memiliki makna agar bibit tembakau bisa tumbuh subur hingga memiliki cucu (berbuah). Mengingat, tembakau ini merupakan salah satu mata pencaharian utama yang sangat baik bagi warga Dusun Gopakan dan sekitarnya. 

“Misalnya tembakau itu lancar, petani yang tidak mbangun (rumah) jadi mbangun. Yang tidak (menikah) jadi menikah. Kalau (hasil) tembakau bisa (menyejahterakan) masyarakat semuanya,” sambung Sugitno. 

Ia mengatakan, tembakau laki-laki ini diberi nama Srintil dan yang perempuan diberi nama Dewi Sri. 

Dengan melakukan pernikahan tembakau, Sugitno berharap hasil panen tembakau di wilayah tersebut berlimpah dan memberikan rezeki bagi petani.

Selain itu, tradisi ini juga bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal yang sudah turun temurun. (rfk/aro) 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#gunung sumbing #Windusari #tembakau