Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Siapkan Stok Benih Tiga Varietas Tembakau Khas Magelang

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Kamis, 31 Juli 2025 | 05:31 WIB

 

Para petani di Kabupaten Magelang sedang memanen daun tembakau.   
Para petani di Kabupaten Magelang sedang memanen daun tembakau.  

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpangan) Kabupaten Magelang sedang berupaya membangkitkan kembali kejayaan tembakau lokal.

Satu langkah strategis yang ditempuh adalah menyiapkan stok benih dasar tiga varietas tembakau khas Magelang untuk musim tanam mendatang.

Ketiga varietas yang dikembangkan yaitu Gombel Sembung, Grompong Ulir, dan Sampurna Ulir.

Ketiga benih ini telah resmi menjadi milik sah Pemerintah Kabupaten Magelang.

Hal ini berdasarkan persetujuan resmi dari Kementerian Pertanian.

Peresmian itu menjadi penanda penting dalam upaya pemurnian dan pelestarian tembakau lokal yang pernah menjadi komoditas unggulan wilayah ini.

“Kita sudah produksi benih dasar, tahun depan siap disebar ke petani,” kata Kepala Bidang Perkebunan Distanpangan Kabupaten Magelang Widiarto Tri Saksono.

Widiarto Tri Saksono menyebut, benih dasar saat ini sedang diproduksi di tiga lokasi.

Yakni, dua titik di Kecamatan Pakis dan satu titik di wilayah Windusari.

Pengembangan dilakukan bersama Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Pemanis dan Serat Malang, lembaga yang juga mengawal proses penelitian dan pelepasan varietas.

Dia menjelaskan, proses pelepasan benih unggulan ini membutuhkan waktu hingga empat tahun.

Dimulai dari tahap eksplorasi genetik dan dilanjutkan dengan uji multilokasi (UML) di sembilan lokasi berbeda.

Uji ini mencakup lahan dataran rendah hingga tinggi.

“Guna memastikan ketahanan dan stabilitas performa tanaman,” jelasnya.

Widiarto kembali menjelaskan, pengembangan ini bertujuan memurnikan kembali tembakau khas Magelang yang sempat dikenal luas.

Berdasarkan penelitian, dulu ada 13 varietas tembakau lokal.

Enam diajukan untuk sertifikasi, tapi hanya tiga yang berhasil lolos verifikasi kementerian dan dilepas secara resmi pada 2024.

“Setelah dilepas, kita punya kewajiban menyiapkan benihnya lima tahun ke depan. Jangan sampai varietas sudah diakui, tapi benihnya tidak tersedia,” tegasnya.

Tembakau tetap jadi andalan pertanian Kabupaten Magelang, terutama saat kemarau datang.

Saat banyak tanaman lain gagal tumbuh, tembakau tetap tangguh di lahan kering dan berbukit.

Tiga varietas ini bahkan tahan penyakit, tahan hujan, dan kuat menghadapi kekeringan ekstrem.

Saat ini, Distan Pangan Kabupaten Magelang juga telah memiliki stok benih tembakau siap tanam untuk musim kemarau tahun ini.

Dia berharap, program ini tidak hanya menjawab kebutuhan musim tanam.

Tetapi juga membuka jalan menuju revitalisasi komoditas tembakau sebagai kekuatan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#tembakau #Distanpangan Kabupaten Magelang