RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Pemkab Magelang kini memiliki Angkutan Pelajar Aman (APA). Para pelajar Kabupaten Magelang bisa mengakses fasilitas umum ini secara gratis.
Uji coba angkot gratis dimulai Senin (14/7/2025) atau bersamaan dengan hari pertama masuk sekolah.
Uji cobanya akan berlangsung selama 35 hari efektif sekolah hingga akhir Agustus 2025.
Program tersebut merupakan sebuah inisiatif penyediaan transportasi gratis khusus pelajar yang menyasar daerah-daerah dengan tingkat kerentanan pendidikan tinggi.
Sebab, beberapa wilayah di pedesaan masih keterbatasan transportasi, termasuk angkot.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji berharap, program ini mampu menciptakan kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak, terutama yang tinggal di wilayah terpencil.
Selain itu, juga menghidupkan ekonomi transportasi pedesaan yang selama ini lesu akibat minimnya penumpang.
Grengseng juga mengatakan, program ini diinisiasi untuk memperluas akses pendidikan dan menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS), khususnya di wilayah pedesaan yang terdampak kemiskinan ekstrem.
"Program ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk menjawab tantangan rendahnya akses pendidikan di desa-desa. Dengan memanfaatkan angkutan pedesaan yang sudah ada, kami berharap tidak ada lagi anak yang putus sekolah hanya karena kesulitan transportasi," ujar Grengseng.
Program APA sebagai upaya mendukung program pemerintah pusat serta mewujudkan visi misi Magelang ANYAR GRESS (Aman, Nyaman, Religius, Unggul dan Sejahtera).
Grengseng menyampaikan, program ini sebagai langkah memberikan peluang pendapatan bagi para sopir angkutan yang selama ini mengeluhkan minimnya penumpang.
“Angkot yang selama ini terparkir lama di pangkalan kini berpeluang mendapatkan pendapatan tetap sekaligus berkontribusi bagi pendidikan daerah,” ujarnya.
Dengan hadirnya program ini, Pemkab Magelang berharap tak hanya dapat menurunkan angka ATS, tetapi juga turut menggerakkan ekonomi lokal melalui optimalisasi transportasi pedesaan.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang Mashadi menyebutkan, layanan angkutan gratis ini mulai dioperasikan pada hari pertama masuk sekolah, Senin (14/7/2025) lalu.
Di mana untuk tahap awal ini, layanan program Angkutan Pelajar Aman ada tiga jalur yang disiapkan dan menjadi prioritas.
Yakni, jalur Muntilan - Mungkid – Sawangan. Jalur kedua, Tegalrejo - Sorobayan - Sidomulyo – Pakis, dan jalur ketiga Kota Magelang - Bandongan – Kaliangkrik.
Setiap kendaraan akan beroperasi dua kali sehari, yaitu pagi pukul 05.30 - 07.00 (antar pelajar), dan siang pukul 13.00 - 14.30 (jemput pelajar).
Pemilihan rute tersebut didasarkan pada tiga indikator utama, yaitu tingginya angka ATS, tingkat kemiskinan ekstrem, dan tersedianya angkutan pedesaan yang telah beroperasi.
Masing-masing jalur akan dilayani oleh lima unit kendaraan yang telah disiapkan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang.
“Program APA dijalankan melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan koperasi angkutan pedesaan dengan sistem sewa harian,” kata Mashadi.
Di luar jam operasional itu, pengemudi diperbolehkan melayani penumpang umum.
"Dishub Kabupaten Magelang telah menetapkan indeks sewa Rp152.250 per unit per hari. Pembayaran dilakukan setiap Jumat, setelah pengemudi melaporkan aktivitas selama Senin - Kamis," lanjut Mashadi.
Program APA akan menjalani uji coba selama 35 hari sekolah, efektif mulai 14 Juli hingga 30 Agustus 2025.
Uji coba ini akan dievaluasi menjadi dasar untuk perluasan trayek ke depannya.
Pemkab Magelang menargetkan perluasan trayek dilakukan secara bertahap, yaitu sembilan trayek pada September 2025, 16 trayek pada 2026, 21 trayek pada 2027, dan 29 trayek pada 2029. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto