RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Festival Lima Gunung akan kembali digelar.
Tahun ini, Festival Lima Gunung menghadirkan tema Andhudhah Kawruh Sinengker dengan simbol, instalasi seni berwujud Ganesha ukuran raksasa 7x4 meter dibuat dari bahan-bahan alam pertanian sekitar Gunung Merapi.
Karya kontemporer Ganesha diwujudkan dengan empat tangan membawa sabit, cangkul, kendi, padi, dan belalai memegang pena. Festival ini akan digelar 9-13 Juli 2025 mendatang.
"Ini hasil refleksi atas keadaan akhir-akhir ini lalu pentingnya membuka, mengulik ilmu pengetahuan dari warisan leluhur dan orang bijak pandai, yang menjadi 'piningit' (pingitan)," kata pendiri dan budayawan Komunitas Lima Gunung Sutanto Mendut dalam konferensi pers di Magelang.
Festival Lima Gunung kali ini, kata Tanto, akan diikuti sekitar 70 grup kesenian, baik grup warga Komunitas Lima Gunung (Gunung Merapi, Merbabu, Andong, Sumbing, dan Menoreh), kelompok-kelompok kesenian di Magelang, maupun jejaring komunitas di berbagai kota dan luar negeri.
Rangkaian tradisi Suran Tutup Ngisor dan Festival Lima Gunung tahun ini dengan total 93 mata acara dan jumlah penampil sekitar 1.225 orang.
Komunitas mengajak setiap insan secara perseorangan maupun naluri sosialnya menggali dan membongkar pustaka nilai dan makna tentang kearifan lokal, kebijakan, dan ilmu kehidupan berkedalaman yang tersimpan dalam memori budaya sebagai warisan peradaban.
Harapannya, nilai-nilai pustaka budaya itu melandasi perjalanan hidup di tengah tantangan macam-macam kerumitan saat ini, dan melahirkan kebaruan nilai yang relevan untuk menanggapi panggilan zaman, namun berakar budaya masyarakat dan kebangsaan. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto