RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Mempelajari kopi sangat menarik. Itu diakui Wianjar Mustikarani. Setelah mengikuti pelatihan barista di BLK Kabupaten Magelang, ia menjadi paham, untuk membuat secangkir kopi yang nikmat, tidak sembarangan.
“Ternyata menyeduh kopi yang kompleks itu ada permainan rasio dan yang lainnya. Tidak sekadar dua sendok kopi trubruk ditambah dua sendok gula pasir. Tapi ada perhitungannya,”paparnya.
Dalam pelatihan yang didanai DBHCHT 2025 itu, ia mendapatkan pengetahuan komplit tentang kopi mulai dari hulu hingga hilir. Dari sejarah kopi sampai praktik membuat kopi espresso dan manual brew.
Pengetahuan tersebut sangat bermanfaat bagi Wianjar yang kini tengah merintis usaha kafe. Ia juga semakin cinta dengan kopi. Menjadi barisa menurutnya seni mencari rasa dari sebuah kopi.
“Saya punya creative space yang akan saya tambah menu minuman perkopian. Jadi pelatihan barista ini sangat berguna banget buat saya,”tutur warga Trojayan Desa Paremono, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang ini.
Gadis lulusan SMK ini mengelola warung kopi yang diberi nama Ndalemwetanspace di Desa Paremono. Pengalamannya di pelatihan sangat membantu meningkatkan keterampilannya sebagai barista.
Ia berharap usahanya bisa berkembang. Terlebih di lingkungan sekitar belum ada kafe serupa.
“Target utama pengunjung dari luar desa. Meskipun begitu, tidak menutup pembeli dari sekitar juga. Karena ada beberapa paket wisata yang merujuk ke ada tidaknya menu minuman makanan juga ending-nya,”imbuhnya. (lis)
Editor : Lis Retno Wibowo