Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ponpes API Tegalrejo Magelang Siap Buka Ponpes dan SMK Syubbanul Wathon di Ibu Kota Nusantara

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Rabu, 25 Juni 2025 | 02:18 WIB
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH. M. Yusuf Chudlori
Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH. M. Yusuf Chudlori

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang siap mengepakan sayapnya untuk memperluas dan membuka cabang di Kalimantan Timur. Yakni di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Tujuan Ponpes API ke IKN sendiri, selain untuk berdakwah. Juga untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di Benua Etam.

Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH. M. Yusuf Chudlori menyampaikan, hadirnya Ponpes API Tegalrejo di IKN, Kalimantan Timur ini tidak ada maksud atau tujuan khusus. Pihaknya hanya ingin membantu, memberikan support untuk membantu di sektor pendidikan di tanah Borneo.

Ia menyebut, rencana ini tidak semata-mata hanya perluasan lembaga. Namun, bagian dari visi besar membangun manusia nusantara. “Bulan lalu, saya diundang Pak Basuki, Kepala Otorita IKN untuk bersilaturahmi bersama pimpinan sejumlah lembaga pendidikan," ujar Gus Yusuf, sapaan akrabnya di Ponpes API Tegalrejo.

Pertemuan itu, kata dia, untuk menjajaki kolaborasi dengan sejumlah lembaga pendidikan, termasuk pesantren. Tawaran itu datang dengan paket lengkap. Gedung perkantoran bisa digunakan sebagai ruang belajar, sementara asrama ASN disulap jadi tempat tinggal santri.

“Hal ini merupakan tawaran bagus, selain itu jangka waktu dalam pemanfaatan bangunan sementara juga cukup pas yakni satu hingga dua tahun. Sehingga dalam kurun waktu itu, kami bisa mempersiapkan tempat pendidikan yang permanen milik API Tegalrejo,” jelasnya.

Dalam penyediaan pendidikan ini, Gus Yusuf mengatakan, format yang akan disiapkan yakni pondok pesantren dan sekolah menengah kejuruan (SMK). Dan akan diberi nama Syubbanul Wathon.

Selain itu, untuk SMK akan ada dua jurusan yang disediakan. Yakni, konstruksi dan perawatan alat berat serta hospitality perhotelan.

“Dua bidang ini cukup Sentral mengingat kondisi pengembangan di IKN sendiri hingga saat ini terus berlangsung,” katanya.

Sebab, menurutnya, selama 10 hingga 20 tahun ke depan, IKN masih akan terus melakukan pembangunan. Itu berarti membutuhkan banyak tenaga di bidang konstruksi.

Selain itu, karena IKN juga akan menjadi destinasi wisata, kebutuhan tenaga kerja perhotelan juga besar.Model pendidikan yang ditawarkan adalah perpaduan antara kejuruan dan pembinaan karakter berbasis serta keagamaan khas pesantren. Gus Yusuf menyebutnya pendidikan ganda. Yakni pembelajaran hard skill lewat SMK, soft skill, dan moral lewat pesantren.

Target utamanya bukan siswa dari Jawa atau kota-kota besar, melainkan anak-anak lokal Kalimantan. Upaya itu sebagai bentuk pemberdayaan langsung masyarakat sekitar. “Tiga tahun pertama kami prioritaskan (santri dari) masyarakat sekitar IKN. Baru setelahnya kami buka secara bebas,” ungkapnya.

Kegiatan pembelajaran dijadwalkan dimulai pada 2026. Gus Yusuf mengungkapkan bahwa untuk tahap awal, Syubbanul Wathon akan menerima 200 calon santri dari masyarakat sekitar IKN.

Sedangkan untuk tenaga pengajar, beberapa akan didatangkan dari API Tegalrejo dan diperkuat oleh para alumni yang sudah berdomisili di Kalimantan. Selain itu, pihaknya juga akan menjaring atau merekrut para guru di sekitar IKN maupun di Kalimantan lainnya.

Dan untuk kurikulumnya pun, kata Gus Yusuf, akan disamakan dengan yang diajarkan di Tegalrejo. Termasuk materi tauhid, fikih, hadis, dan lainnya.

Saat ini, Gus Yusuf masih menunggu finalisasi draf nota kesepahaman (MoU) dari pihak Otorita IKN. “Insyaallah bulan depan kita teken MoU dan mulai bergerak. Tahun ajaran 2026/2027 rencananya sudah bisa menerima santri baru,” ujarnya. (rfk/aro)

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#gus yusuf #Ponpes API Tegalrejo Magelang #IKN #ponpes API