RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Sebanyak 548 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan tiga PNS dilantik dan mengucapkan sumpah dan janji di Marga Utama Candi Borobudur, Selasa (24/6/2025).
Pelantikan dipimpin langsung Bupati Magelang Grengseng Pamuji.
Sejak pagi mereka sudah datang ke lokasi dengan baju putih dengan celana Panjang hitam.
Mereka duduk bersila tanpa alas.
Ada juga yang duduk di kursi karena sedang hamil dan duduk di kursi roda karena faktor kondisi kesehatan.
Arinda Vivi, Guru PAI SD Negeri Bandongan 3 mengaku sudah menunggu momen pelantikan ini sejak lama.
Apalagi setelah mengetahui kalau lokasinya di Taman Wisata Candi Borobudur.
Awalnya, kata Arinda Vivi, pelantikan akan digelar di GOR Gemilang.
Namun pada Senin (23/6/2025) sore, tiba-tiba datang undangan ralat dan mencantumkan lokasi pelantikan yang baru.
“Mantap banget pokoknya. Lokasinya bagus, jadi senang banget,” ujarnya.
Plt Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah Kabupaten Magelang Azis Amin Mujahidin mengatakan, pemilihan lokasi di Marga Utama Wisata Candi Borobudur ini merupakan inovasi baru.
Biasanya pakem digelar di gedung indoor, seperti di GOR Gemilang.
Dikatakan, total yang dilantik, ada 548 PPPK, ditambah tiga ASN yang belum terlantik.
Rinciannya, 274 guru PPPK, 259 PPPK teknik khusus, dan 25 PPPK nakes.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji menyampaikan, pemilihan Candi Borobudur ini bukan tanpa maksud khusus.
Tapi di sinilah, semuanya tahu ada mahakarya yang menjadi warisan leluhur, yakni Candi Borobudur.
Candi Borobudur ini terbentuk dari tumpukan batu.
Tapi, kata Grengseng, tumpukan batu ini ditanam dengan presisi satu persatu, sehingga menjadi mahakarya yang indah seperti ini.
“Begitu juga pelayanan kita kepada masyarakat, maka hari ini saya mengingatkan kepada saudara-saudara, di depan kita ada Candi Borobudur, yang ditumpuk dengan spirit pengabdian melalui sebuah batu yang ditata satu persatu,” ucapnya.
Namun, penataannya itu dilakukan dengan integritas. Ditata dengan sebuah kesadaran diri.
Ditata dengan rasa pengabdian yang tentunya pengabdian ini tidak hanya kepada masyarakat, bangsa maupun negara.
Tapi juga kepada Tuhan yang maha kuasa.
“Dan hari ini, kita akan membuat itu semua menumpuk batu satu persatu di Pemerintahan Kabupaten Magelang. Kita tumpuk pelayanan dari masyarakat satu per satu, dan kita selesaikan tentunya dengan presisi,” jelasnya.
Ia berharap, dengan integritas, dengan disiplin, dan tentunya dengan pengabdian masyarakat, bangsa dan negara serta Tuhan yang maha kuasa.
“Saya yakin, mahakarya untuk pelayanan masyarakat di Kabupaten Magelang akan terwujud,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto