RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Tebing di dekat jalan Desa Pagersari Kecamatan Mungkid, terkikis aliran Sungai Mangu.
Sekretaris Desa Pagersari Eva Dwi Haryadi mengatakan, awalnya tebing tersebut berjarak 20 meter dari jalan. Dulu masih banyak rumpun bambu serta banyak pohon lainnya. Kini, antara tebing dengan jalan hanya berjarak satu meter.
Hal itu disampaikan di sela penanaman pohon di Desa Pagersari yang dihadiri Bupati Magelang Grengseng Pamuji.
“Di lokasi yang kita gunakan untuk penanaman pohon tadi (kemarin, Red) space-nya dengan jalan hanya satu meteran. Belakangnya sudah kita kasih pagar bambu, karena langsung tebing dan sungai,” jelas Eva Dwi Haryadi yang juga relawan desa setempat.
Ia menyampaikan, arus Sungai Mangu kini berbelok dan mengikis sedikit demi sedikit tebing tersebut. Padahal sebelumnya, arus sungai mengalir lurus.
“Sebagai langkah antisipasi, kita langsung menyampaikan ke Pak Bupati dan disambut positif,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, terkait penanganan tebing longsor, di sekitar Sungai Mangu pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak. Ada dua format penanganan.
“Yang satu dari BBWS akan menyediakan bronjong sungai, tetapi karena efisiensi, BBWS tidak ada anggaran untuk pengerjaannya,” jelas Grengseng ditemui di lokasi.
Sehingga, pihaknya meminta hibah bronjong dari BBWS. Sedangkan pengerjaannya, akan dilakukan oleh masyarakat secara gotong-royong.
“Dalam waktu dekat, sekitar minggu depan dari BBWS akan mensurvei dan melihat membutuhkan bronjongnya itu berapa meter.
Secara teknis nanti ada permohonan dari kami, dan akan menjadi hibah ke kami dari BBWS. Kemudian untuk pengerjaan dilaksanakan oleh desa dengan gotong-royong,” ujarnya.
Ini merupakan langkah antisipatif untuk mencegah potensi longsor susulan dan memastikan keselamatan warga. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo