RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Ribuan umat Islam di Kabupaten Magelang mulai memenuhi Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur, Kabupaten Magelang sejak ba'da subuh untuk mengikuti Salat Idul Adha 1446 Hijriah, Jumat (6/6/2025).
Lantunan takbir bergema di masjid yang terletak di jalan Soekarno-Hatta, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang ini.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Magelang, sejak pukul 06.00, ribuan jamaah sudah memadati area MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang.
Bertindak sebagai imam Salat Idul Adha di MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang adalah Ustaz Rizza GRz Alhafidz, dengan khatib Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Magelang Dr KH Hanif Hanani.
Pelaksanaan salat Idul Adha dilaksanakan sekitar pukul 06.50.
Hanif Hanani menyampaikan khutbah bertema Nilai pengorbanan dan keikhlasan dalam Idul Adha.
Diawali dengan cerita haji tahun ini yang menyentuh hati dan memperlihatkan betapa kuatnya takdir ketika Allah Azza wa Jalla telah menetapkan seseorang untuk menjadi tamunya di Tanah Suci.
Kisah ini datang dari seorang pria sederhana asal Libya, Amer al-Qaddafi, yang semangat, keyakinan, dan kesabarannya menjadi saksi nyata kekuasaan dan kasih sayang Allah.
Ia mengatakan, perjalanan haji merupakan salah satu rukun islam yang wajib dilaksanakan setiap muslim yang mampu.
Dan perjalanan haji itu mengajarkan soal kesabaran, ketaatan, dan keikhlasan.
Selain itu, momen Idul Adha ini juga mengajarkan umat Islam untuk bisa meneladani sifat Nabi Ibrahim, khususnya tentang kesabaran dan ketaatan kepada Allah SWT.
"Jangan hanya melihat rangkaian Idul Adha ini dari sisi ritual agama saja. Tapi juga harus dilihat dari sisi substansialnya," ucapnya.
Dalam khutbahnya, Hanif mengajak kembali untuk meneladani sikap Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail atas perjuangan dan keikhlasan menerima takdir dari Allah SWT.
"Hari Raya Idul Adha atau Hari Raya Kurban sangat terkait dengan pengalaman rohani seorang tokoh dan pemimpin umat manusia, Nabi Ibrahim AS," katanya.
Ia mengatakan, Hari Raya Kurban dan ibadah haji di Tanah Suci merupakan bentuk konkret dan lebih lengkap, maka bisa dikatakan bahwa semua itu usaha pelestarian pengalaman Nabi Ibrahim dan anaknya, Nabi Ismail.
Untuk perkiraan jamaah, kata Pengelola MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis, sekitar 5.000 sampai 6.000 orang.
"Perkiraan tadi sekitar 5.000 sampai 6.000 jamaah," ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto