RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Perayaan Hari Raya Idul Adha tinggal lima hari lagi, namun para pedagang hewan kurban mengeluhkan lesunya penjualan.
Kondisi perekonomian yang lesu ditambah populasi hewan kurban yang melimpah menjadi penyebabnya.
Selain itu, waktu kurban juga berdekatan dengan penerimaan siswa baru.
Pedagang hewan kurban di Pasar Hewan Muntilan, Kabupaten Magelang, Slamet Jaryanto, 60, mengaku, permintaan sapi kurban tahun ini tidak sebanyak dibanding tahun lalu.
“Tahun lalu saya sanggup menjual hingga 100 ekor sapi, namun tahun ini belum mencapai angka tersebut,” akunya.
Saat ditanya mengenai penyebabnya, ia mengaku tidak tahu pasti.
Mungkin juga pengaruh kebijakan efisiensi.
Slamet memperkirakan penurunan permintaan disebabkan perekonomian masyarakat yang lesu.
Sehingga berdampak pada daya beli, termasuk untuk hewan kurban.
“Selain itu, ketersediaan hewan kurban yang melimpah turut mempengaruhi jumlah permintaan,” ujarnya.
Sapari, 38, pedagang sapi juga merasakan penurunan penjualan yang signifikan tahun ini.
Salah satu penyebabnya, kata dia, masih tingginya penyakit ternak yang menyerang.
Sapari mengungkapkan, hingga akhir Mei 2025, jumlah sapi yang terjual baru mencapai sepertiga dari total penjualan tahun sebelumnya.
Jika tahun lalu ia bisa menjual sekitar 60 ekor, tahun ini belum mencapai 20 ekor atau turun hampir 60 persen.
Menurutnya, sapi dengan harga antara Rp 20 juta hingga Rp 24 juta paling diminati pembeli.
Sapi-sapi tersebut rata-rata memiliki bobot sekitar 380-400 kilogram.
Sapari melanjutkan, pembeli pada musim kurban tahun ini kebanyakan berasal dari wilayah Magelang.
“Saya masih berharap dan optimistis, semoga ada peningkatan penjualan signifikan menjelang puncak perayaan Idul Adha 2025,” harapnya.
Sementara itu, Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang memastikan stok hewan kurban di wilayahnya tercukupi.
Baik kerbau, sapi, kambing, maupun domba.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispeterikan Kabupaten Magelang Ichtiaryoko memastikan stok terpenuhi.
Berdasarkan data populasi ternak di Kabupaten Magelang, ada 31.625 ekor sapi potong, sapi perah 816 ekor, kambing 129.765 ekor, domba 81.816 ekor, dan kerbau 1.350 ekor.
Dia memperkirakan stok hewan kurban di Kabupaten Magelang, yakni sapi potong 7.906 ekor, kambing 32.441 ekor, domba 20.454 ekor, dan kerbau 338 ekor.
Dia menyebut, perkiraan tersebut didasarkan pada perhitungan 50 persen ternak jantan.
Usia di bawah dua tahun ada 25 persen dan 25 persen lainnya siap dikurbankan.
"Untuk stok, memang dari populasi sapi (di tingkat peternak) ada 31 ribu ekor, kalau diasumsikan bahwa (sapi) jantan 50 persen, berarti ada 15 ribu ekor. Dari jumlah itu, diambil 25 persen, kita masih ada 7 ribuan ekor," bebernya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto