RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron akan mengunjungi Candi Borobudur, 29 Mei mendatang.
Berbagai persiapan dilakukan.
Yang viral, kabarnya di tangga Candi Borobudur dibangun eskalator menuju puncak.
Benarkah?
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo buka suara tentang viral kabar dipasangnya eskalator di tangga menuju puncak Candi Borobudur.
Namun Dody enggan berkomentar banyak saat ditanya tentang kebenaran kabar tersebut.
Menurutnya, di kawasan Candi Borobudur sudah terdapat banyak fasilitas yang dapat mempermudah kunjungan ke puncak candi.
"Apakah untuk kedatangan Presiden Prancis ini akan dibangun eskalator? Saya terus terang nggak bisa jawab, tapi setahu saya di sana sudah ada (mobil) buggy dan lain sebagainya yang bisa dipakai agar pak presiden dan yang lain bisa sampai puncak dengan nyaman," ujar Dody dalam Konferensi Pers Persiapan Kunjungan Presiden Prancis ke Indonesia, di Kantor Kementerian PU, Senin (26/5/2025).
Selain itu, Dody juga enggan menjawab mengenai apakah diperbolehkan pembangunan eskalator di atas bangunan yang merupakan situs warisan dunia.
Baca Juga: Jelang Kunjungan Presiden Perancis, Menteri PU Cek Kesiapan Borobudur
Dody sempat mengunjungi Candi Borobudur beberapa waktu lalu untuk mengecek persiapan jelang kunjungan kedua presiden.
Namun, ia mengaku lebih fokus pada area luar candi.
"Pada saat saya kemarin berkunjung ke sana, pengelola Borobudur sudah melakukan banyak hal, salah satunya ada umbul-umbul dan seterusnya. Kemudian sepertinya mereka juga melakukan beberapa renov kecil menuju ke arah puncak. Cuman detailnya saya enggak tahu karena area itu sudah ditutup untuk umum," ujar dia.
"Karena ada beberapa hal yang harus disiapkan dan saya pun nggak boleh masuk. Saya datang basically untuk ngecek apakah infrastruktur di sekitar yang selama ini kita kerjakan itu masih berfungsi baik, apakah misalnya jalan yang akan dilewati oleh presiden itu sudah masih baik," sambungnya.
Lebih lanjut Dody menjelaskan, Candi Borobudur tidak berada dalam ranah pengelolaan Kementerian PU, melainkan Kementerian Kebudayaan dan dikelola oleh anak usaha PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney, yakni PT Taman Wisata Candi.
"PU itu pada saat melakukan renovasi kawasan kita bener fokus ke kawasan sekitar. Jadi, tidak masuk objek utama karena di bawah Kementerian Kebudayaan dan InJourney. Oleh Kemenbud dan lainnya dikelola, oleh InJourney melalui salah satu anak usahanya," ujarnya.
Sebagai informasi, di media sosial tersebar video berisi sejumlah plat besi hingga papan kayu dipasang di tangga-tangga Candi Borobudur menuju ke puncak.
Disebut-sebut pelat besi ini dipasang untuk pemasangan eskalator jelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Video ini ramai beredar di berbagai media sosial, khususnya di media sosial X.
Berbagai media massa, khususnya media lokal juga ikut memberitakan tentang hal tersebut.
Terpisah, istana membenarkan kabar pemasangan eskalator di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Rangkaian Waisak, Angka Kunjungan Wisata di Taman Wisata Borobudur Magelang Tembus 100 Ribu Orang
Pemasangan eskalator untuk memfasilitasi kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang juga didampingi Presiden Prabowo.
Kepala PCO Hasan Nasbi mengatakan, Presiden Macron melakukan kunjungan kenegaraan pada 28-29 Mei 2025.
Salah satu rangkaian kunjungan dari pemimpin negara mitra strategis Indonesia adalah ke Candi Borobudur.
"Ada permintaan dari Pemerintah Prancis, Presiden Macron ingin mengunjungi salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia, yaitu Candi Borobudur. Dan untuk itu, pemerintah kita menyiapkan beberapa fasilitas untuk memudahkan kunjungan Presiden Prancis ke Borobudur," kata Hasan Nasbi di Kantor PCO, Jalan Medan Merdeka Selatan, Senin (26/5/2025).
"Nanti beliau akan ditemani oleh Presiden Prabowo, rencananya selama di sana. Dan pihak pengelola menyiapkan beberapa fasilitas untuk memudahkan kunjungan," tambah dia.
"Jadi dari lantai 5 ke lantai 8 mungkin nanti pakai, atau sampai lantai 7, itu nanti pakai stair lift supaya waktunya lebih efisien. Supaya waktunya lebih memungkinkan dan sampai di atas."
"Kan tetap dalam kunjungan kenegaraan, ya. Kalau kita naik tangga ke lantai 12 ini kan keringat mengucur, dalam keadaan kecapekan bisa kusut. Ini untuk lebih proper aja sebagai sebuah kunjungan kenegaraan," imbuh dia.
Hasan paham, ada sebagian pihak yang khawatir dengan penyediaan stair lift di Candi Borobudur akan merusak bagian candi. Tapi, dia menegaskan, pemasangan ini juga diawasi ketat oleh Kementerian Kebudayaan.
"Teman-teman, itu semua dibangun dengan pengawasan dari Kementerian Kebudayaan dan tidak ada paku, tidak ada bor. Jadi hanya ditaruh, didudukkan, ditaruh saja. Jadi nanti ketika misalnya itu selesai, itu bisa dibongkar dengan mudah," jelas dia.
"Jadi untuk kunjungan itu lebih kepada kita mempersiapkan fasilitas yang memudahkan kunjungan Presiden Macron agar bisa menikmati keindahan dan kemegahan Borobudur secara keseluruhan," ucap dia. (*)
Editor : H. Arif Riyanto