Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ogoh-ogoh Buto Raksasa Menyemarakkan Kirab Budaya Desa Wanurejo Borobudur, Ribuan Orang Memadati Jalan

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 24 Mei 2025 | 19:45 WIB
Pertunjukan ogoh-ogoh dan Dewi Bumi dari Dusun Tingal Kulon meriahkan Kirab budaya Desa Wanurejo Ke-19, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Jumat (23/5/2025) malam.
Pertunjukan ogoh-ogoh dan Dewi Bumi dari Dusun Tingal Kulon meriahkan Kirab budaya Desa Wanurejo Ke-19, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang pada Jumat (23/5/2025) malam.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Kirab budaya Desa Wanurejo Ke-19, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang kembali digelar, pada Jumat (23/5/2025). 

Untuk pertama kali, gelaran pentas seni dan budaya ini dilangsungkan pada malam hari. Meski begitu, gelar budaya ke-19 bertajuk Hambabar Kidunge Simbah, Memetri Pitutur Luhur, berlangsung meriah. Apalagi gelar budaya ini menjadi event yang dinantikan warga setempat.

Ribuan warga mulai memadati setiap sudut jalan dari Terminal Borobudur, hingga Jalan Balaputradewa, depan Pondok Tingal, Borobudur, Kabupaten Magelang.

Warga mulai memadati area panggung utama di dekat Pondok Tingal sejak pukul 19.00. Meskipun wilayah Magelang malam itu hujan gerimis semangat warga untuk menyaksikan pertunjukan kirab budaya tetap tinggi. 

Kirab budaya diikuti 9 dusun di Desa Wanurejo. Rute kirab dari Terminal Borobudur, menuju Polpar lurus belok pertigaan Bu Sum menuju arah Tingal. Kemudian finis di kawasan Tingal.

Masing-masing dusun membawa ikon yang menonjolkan potensinya. Salah satunya Dusun Tingal Kulon, yang menampilkan ogoh-ogoh buto bersayap, Dewi Bumi dan Gatotkaca. 

“Ogoh-ogoh buto bersayap ini menyimbolkan seorang penjahat yang mengganggu ketenteraman warga dan selalu mencuri hasil bumi,” jelas Adi Winarto, warga setempat sekaligus tim kreatif dari Dusun Tingal Kulon. 

Selain ogoh-ogoh ini, hadir juga tokoh Gatotkaca yang menyimbolkan pahlawan pemberantas para penjahat.

Diakhiri dengan tokoh Dewi Bumi yang membantu puntuk menjaga kelestarian alam dan hasil bumi.

 “Setelah itu, kita munculkan gunungan palawija yang merupakan potensi dari Tingal Kulon. Sekaligus mengingatkan bahwa pangan sangat penting,” jelas Adi Winarto. 

Kirab budaya Desa Wanurejo ke-19 menunjukkan setiap potensi yang ada di setiap dusun, salah satunya Dusun Tingal Kulon. “Kearifan lokal dilestarikan dengan cara seperti ini,” ujarnya. 

Baca Juga: Wakil Bupati Magelang Dorong Optimalisasi Balkondes Giripurno Borobudur

Di tengah pertunjukan dari Dusun Tingal Kulon, gunungan palawija yang dibawa seketika langsung digrebek oleh warga yang menonton di sekitar panggung utama.

Salah satu warga, Radit mengaku, senang bisa menyaksikan pertunjukan kirab budaya ini.  “Apalagi tadi ada rebutan gunungan milik Dusun Tingal Kulon,” ujarnya. 

Warga pun antusias sekali melihat kirab budaya."Kegiatan gelar budaya ini diadakan setiap satu tahun sekali. Per dusun harus mengeluarkan ogoh-ogoh di-support panitia Rp 4 juta," kata Kepala Desa Wanurejo, Edi Suryantono,

‎Sementara itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji memberikan apresiasi atas terselenggaranya gelar budaya Desa Wanurejo. "Saya berharap ini dimasukkan dalam kalender event kabupaten," kata Grengseng. (rfk/lis

Editor : Lis Retno Wibowo
#Desa Wanurejo #ogoh-ogoh #dewi bumi #hasil bumi #borobudur #kirab budaya