RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu'ti menyerahkan uang tali asih kepada keluarga guru SD Islam Tahfidz Quran (ITQ) As Syafi'iyah, Mendut, Kabupaten Magelang yang menjadi korban kecelakaan Kalijambe, Kecamatan Bener, Purworejo.
Abdul Mu’ti juga memberikan support dan bantuan kepada sekolah.
“Kehadiran saya di sini untuk bertemu dengan pihak sekolah dan keluarga korban. Untuk menguatkan dan mendoakan para korban kecelakaan di Kalijambe, Kabupaten Purworejo beberapa waktu lalu,” jelas Abdul Mu’ti kepada Jawa Pos Radar Magelang, Rabu (21/5/2025) sore.
Hadir dalam kesempatan itu, Bupati Magelang Grengseng Pamuji, Sekda Adi Waryanto dan
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Magelang Slamet Achmad Husein.
Mendikdasmen memberikan tali asih kepada keluarga korban masing-masing Rp 5 juta.
“Kami tentu merasa berduka dengan wafatnya para guru, para pendidik yang memiliki tugas mulia dalam membantu kami mencerdaskan anak-anak generasi bangsa,” ucapnya.
Dikatakan, tali asih Rp 5 juta diberikan kepada keluarga 10 korban meninggal dunia dan tiga guru yang masih menjalani perawatan.
Selain itu, pihaknya juga akan membantu sekolah menyelesaikan pembangunan SD Islam Tahfidz Quran As Syafi'iyah.
“Kami mendorong agar sekolah bisa segera membuat proposal untuk melanjutkan pembangunan gedung yang belum selesai. Nanti bisa diajukan ke Kementerian dan gedung bisa dilanjutkan pembangunannya,” katanya.
Di sisi lain, lanjut Abdul Mu’ti, untuk guru yang belum S1, tahun ini Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki program untuk para guru.
Di mana mereka akan mendapatkan bantuan studi D4 atau S1 yang nominalnya per semester maksimal Rp 3 juta.
“Sekarang sedang kita data, dan nantinya ada 12 ribu guru yang bisa kita bantu,” ujarnya.
Sedangkan untuk guru honorer, akan dibantu Rp 300 ribu per bulan.
“Uang tersebut akan langsung ditransfer ke rekening masing-masing,” jelasnya.
Khusus untuk guru SD Islam Tahfidz Quran As Syafi'iyah, Abdul Mu’ti akan berkomunikasi dengan Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma).
Kebetulan para guru kuliah di Unimma.
“Insya’Allah bisa kami selesaikan dengan pembicaraan bersama Bu Rektor, sehingga bisa menyelesaikan S1. Kita bantu sepenuhnya sampai selesai S1-nya,” ujarnya.
Ketua Yayasan As Syafi'iyah Mendut Kabupaten Magelang DR Habib Muhsin Syafingi menambahkan, hingga saat ini, pihaknya masih menunggu itikad baik dari pemilik truk yang menabrak para guru.
“Karena sampai saat ini kami belum mengetahui siapa pemilik truk tersebut,” akunya.
Meski sudah ada dua orang yang datang ke sekolah mengaku sebagai pemilik truk tersebut, namun setelah diverifikasi mereka hanya orang suruhan.
“Sehingga kami menunggu itikad baik dari pemilik atau perusahaan truk tersebut. Kami nggak menuntut apa-apa, tapi kami hanya ingin bertemu dengan pemilik truk tersebut,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto