RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Magelang menggelar rapat koordinasi lintas sektor sebagai upaya pencegahan penyebaran narkoba di sekolah, Kamis (15/5/2025).
Rapat lintas sektor yang digelar di Ruang Aula Kantor BNN Kabupaten Magelang ini dihadiri perwakilan SMP yang berada di wilayah Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba), tepatnya Desa Mertoyudan dan instansi-instansi terkait.
Kepala BNNK Magelang Kombes Pol Siswoyo Adi Wijaya menyampaikan, kegiatan ini merupakan sinergitas dan komitmen bersama dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar.
Ia menyampaikan, penyalahgunaan narkoba pelajar SMP sudah sangat memprihatinkan.
Karena itu, negara hadir melalui BNN dengan program teman sebaya untuk meminimalkan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah.
“Apabila di sekolahnya terdapat pelajar yang terindikasi menyalahgunakan narkoba dapat segera melapor ke BNN untuk dapat ditindaklanjuti atau direhabilitasi,” katanya.
Baca Juga: Serius Perangi Narkoba, BNNK Magelang Gandeng Forkopimda Kabupaten Magelang Gelar Forkom P4GN
Dikatakan, narkoba di sini tidak hanya sabu atau narkotika kelas berat lainnya, seperti kokain, Siswoyo mencatat peredaran narkoba di kalangan pelajar di Magelang saat ini menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Pada 2024, dari 36 klien rehabilitasi yang ditangani oleh Klinik Bina Sehat BNNK Magelang, 26 di antaranya adalah pelajar.
Sedangkan pada 2025, dari total 23 klien, 8 di antaranya adalah pelajar.
“Hal ini menandakan bahwa pelajar merupakan kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba di wilayah kita,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, dari data skrining intervensi lapangan pada 2024, dari total 226 orang yang diskrining, 165 di antaranya adalah pelajar. Pada 2025, dari total 210 orang, 105 di antaranya pelajar.
“Zat yang digunakan oleh sebagian besar pelajar adalah THP (trihexyphenidyl) atau pil sapi, kecubung, dan tembakau gorila,” bebernya.
Ketua Tim Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat Estu Gumelar menambahkan, pelatihan remaja teman sebaya pesertanya berasal dari komunitas sekolah.
Program remaja teman sebaya diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman dalam penyelenggaran pendidikan.
“Remaja yang dilatih dapat menjadi contoh atau role model untuk berani menolak pengaruh buruk, terutama penyalahgunaan narkoba di komunitasnya,” katanya.
Kepala Sub Bagian Umum Santi Listiyaningsih menambahkan, pemaparan Konco Moco dan Konco Rehab sebagai wadah publikasi yang dapat diakses dan digaungkan oleh sekolah-sekolah tentang informasi dan edukasi Pencegahan Pemberatasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto