RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Borobudur Peace & Prosperity Festival (BPF) 2025 selalu hadir di peringatan Waisak untuk menyuarakan aspirasi perdamaian di seluruh dunia.
Acara yang dikemas dengan penampilan pentas seni ini merupakan rangkaian Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/ 2025 yang dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, perwakilan UNESCO, masyarakat adat Nusantara dan aktivis perdamaian.
Ketua Pelaksana BPF 2025, Jeffry Yunus, menyampaikan, festival ini diselenggarakan Yayasan Meccaya Surya Prakasa dan bagian dari rangkaian perayaan Waisak yang kini telah memasuki penyelenggaraan keempatnya.
Ia menekankan BPF 2025 bukan sekadar ajang seremonial, melainkan wujud nyata dari upaya menghidupkan kembali semangat toleransi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat.
Festival ini mengusung nilai-nilai kebersamaan lintas agama, sosial, dan budaya, yang menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sebagai pemisah.
Lebih lanjut, Jeffry menyoroti dampak ekonomi positif dari festival ini, terutama dalam mendukung UMKM, pelaku seni lokal, dan komunitas di sekitar Candi Borobudur.
Dikatakan pelaksanaan BPF 2025 tidak hanya terpusat di Candi Borobudur, tetapi juga merambah lokasi-lokasi penting lainnya seperti Candi Pawon, Candi Ngawen, dan Sungai Progo.
Di tempat-tempat ini, festival menghadirkan berbagai kegiatan budaya seperti Festival Larung Pelita, Festival Merti Karuna, hingga Bhumi Mandala.
Setiap kegiatan dirancang untuk menyatukan masyarakat dalam nuansa spiritual sekaligus membangkitkan kesadaran terhadap pentingnya pelestarian lingkungan dan budaya.
Salah satu momen penting, kata Jeffry adalah harapan agar festival ini mendapat pengakuan resmi dari pemerintah sebagai agenda nasional tahunan.
Ia menyampaikan BPF telah berkontribusi nyata dalam pelestarian warisan budaya, pembangunan sektor pariwisata, dan penguatan nilai-nilai kebhinekaan Indonesia.
"Kami sangat berharap agar Borobudur Peace & Prosperity Festival dapat memperoleh dukungan dan pengakuan resmi dari pemerintah sebagai agenda nasional tahunan," kata dia.
Harapan ini mencerminkan keinginan agar gerakan ini tidak hanya berakhir di tingkat lokal, tetapi dapat menjadi inspirasi nasional dan bahkan internasional.
"Ini adalah bentuk nyata dari harmoni dalam keberagaman yang menjadi kekuatan utama bangsa kita," kata dia. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo