RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Kecelakaan maut di Jalan Magelang-Purworejo, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar SD Islam Tahfidz Quran (ITQ) As Syafi’iyah Mendut, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang.
Pasalnya, 10 guru terbaik sekolah ini menjadi korban dalam kecelakaan yang menyebabkan 11 orang meninggal dunia dan enam luka-luka tersebut.
Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Magelang, Kamis (8/5/2025) pagi, suasana SD ITQ As Syafi’iyah Mendut tampak sepi.
Tidak tampak aktivitas para siswa yang setiap harinya aktif, bermain, dan belajar di lingkungan sekolah.
Selain itu, tampak sejumlah karangan bunga ucapan duka cita di depan sekolah.
Ketua Yayasan As Syafi’iyah Mendut Kabupaten Magelang DR Habib Muhsin Syafingi mengatakan, hari ini kegiatan belajar mengajar (KBM) diliburkan.
Rencananya libur sampai 13 Mei, dan masuk kembali pada Rabu (14/5/2025).
“Libur ini baik untuk SD maupun TK. Karena kami masih dalam suasana berkabung,” katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Habib mengatakan, para korban merupakan guru-guru terbaik.
Rencananya, pihak yayasan dan sekolah pada Kamis ini akan bersilaturahmi ke keluarga korban.
“Yang meninggal dunia adalah ustazah terbaik kami. Lima di antaranya adalah ustazah tahfiz yang merupakan hafizah dan lima lainnya guru mata pelajaran. Kami sangat kehilangan,” ucapnya.
Nantinya untuk kelanjutan proses belajar mengajar, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang, serta Kemenag Kabupaten Magelang, serta stakeholder sekolah lainnya yang berelasi dengan sekolah.
Khususnya, untuk mencari dan melengkapi kuota guru.
“Namun kami akan mencoba memaksimalkan sumber daya guru yang kami miliki,” ucapnya.
Selain itu, rencananya setiap harinya akan digelar doa bersama selama tujuh hari mulai Kamis (8/5/2025) hari ini. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto