RADARMAGELANG.ID, Mungkid-- Mutiah tampak syok.
Matanya masih sembab.
Tubuhnya lemas.
Dia tak menyangka bakal ditinggalkan putrinya untuk selama-lamanya.
Isna Hayati, 25, putrinya menjadi satu dari 11 korban tewas dalam kecelakaan truk pasir menabrak angkot di Jalan Magelang-Purworejo, Desa Kalijambe, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Rabu (7/5/2025).
Warga Mendut I RT 1 RW 1, Kelurahan Mendut, Kecamatan Mungkid ini meninggalkan kenangan tersendiri di hati orang tua, saudara, teman-temannya, bahkan tetangga sekitar.
Mutiah mengaku syok mendengar kabar anak perempuannya meninggal dunia dalam kecelakaan di Purworejo.
Sebelum kejadian ini, ia bercerita, sempat memiliki firasat sejak Selasa (6/5/2025) malam atau sebelum Isna pamit takziyah ke Purworejo.
“Kemarin itu anak saya (Isna) cerita, kalau dirinya itu mimpi. 'mak, kok aku ngimpi (mimpi) kakak meninggal, tapi urip malih (hidup lagi)', gitu,” ujarnya saat ditemui Jawa Pos Radar Magelang di rumah duka, Rabu (7/5/2025).
Namun saat itu, Mutiah mengaku tidak mengindahkan mimpi tersebut karena dinilai sebagai bunga tidur.
Tak hanya itu, pada Rabu dini hari (7/5/2025), tetangganya juga mendengar kicauan burung gagak di dekat rumah.
Tetangga sekitar menduga akan ada orang yang meninggal dunia.
Mutiah menjelaskan, Isna merupakan anak keduanya.
Guru SD Islam Tahfidz Quran As Syafi'iyah Mendut Kabupaten Magelang ini sudah menikah dan memiliki balita berusia 21 bulan.
Sedangkan kakaknya berkerja di Sragen.
“Anak saya Isna ini anak yang hebat. Sebelum meninggal dunia, sebenarnya dia sedang membangun TPQ (Taman Pendidikan Quran) di samping rumah,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto