RADARMAGELANG.ID, Mungkid—Tiga santri Pondok Modern Darusallam Gontor Kampus 5 Darul Qiyam di Dusun Mangunsari, Desa Gadingsari, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang meninggal.
Ketiganya ditemukan Tim SAR gabungan di reruntuhan bangunan yang roboh di kompleks ponpes.
Santri tersebut atas nama Wildan dan Bima Arya asal Surabaya dan Reythan Hafidz asal Tangerang.
Wildan ditemukan sekitar pukul 17.50 sudah dalam kondisi meninggal dunia.
“Baru saja ini terevakuasi, teman-teman masih terus mengupayakan untuk yang lainnya juga segera ditemukan. Kemungkinan masih 3 orang,” tutur Kepala Unit Siaga SAR Borobudur Basuki yang berada di lokasi.
Sebelumnya, sejak pukul 13.00 hingga 16.38, tim berhasil menemukan empat santri bernama Rifai (asal Bantul), M Farel (Bekasi), Rohim (Bekasi), Randa T (Bekasi) dan Bara (Blitar).
Lima santri tersebut dalam keadaan selamat, namun mengalami cedera berbagai tingkatan, sehingga langsung dievakuasi ke RS Merah Putih.
Bencana terjadi saat puluhan santri tengah antre mandi untuk persiapan ibadah salat Jumat. Sekitar pukul 10.30, sebuah longsoran kecil membuat tendon air di belakang Gedung Aligarh roboh menimpa kompleks kamar mandi.
Akibatnya, 20 santri cedera dan oleh pengurus pesantren dilarikan ke RS Merah Putih Magelang.
Namun, ada kekhawatiran masih ada sejumlah santri terjebak di dalam bangunan kamar mandi yang ringsek tertimpa tandon air.
Basarnas, BPBD dan Damkar Magelang, bersama instansi lain dan relawan setempat, segera melakukan pencarian di reruntuhan gedung.
Saat ini pencarian masih terus berlangsung.
Petang tadi, Bupati Magelang Grengseng Pamuji sempat mendatangi lokasi kejadian. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto