RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Warga Dusun Ngampel, Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang bernama Riyan Bumantoro, 34, dilaporkan hilang sejak Jumat (4/4/2025) lalu.
Diketahui, korban hilang di sekitar Sungai Tlingsing Desa Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Keluarga Riyan melapor ke Polsek Dukun pada Sabtu (5/4/2025).
Kapolsek Dukun AKP Aris Mulyono saat ditemui di Posko Pencarian, Senin (7/4/2025) menjelaskan, begitu menerima laporan tersebut, pihaknya langsung menghubungi Basarnas untuk membantu melakukan pencarian.
Proses pencarian mulai dilakukan pada Sabtu (5/4/2025) dengan skala di lingkungan sekitar. Namun, masih belum ditemukan.
Kemudian, pada Minggu (6/4/2025), bersama Basarnas dan tim gabungan lainnya kembali melakukan pencarian mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00.
“Pencarian kita lanjutkan pada Senin, 7 April 2025 hari ini. Semoga langkah kita selama dua hari ini ada hasil, dan saudara Riyan bisa ditemukan dengan selamat,” katanya.
Koordinator Basarnas Unit Siaga Borobudur Basuki menyampaikan, berdasarkan pencarian dilapangan, diketahui pada Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 09.30, survivor Riyan sempat bertemu dengan warga di bantaran Sungai Tlingsing dan sempat ngobrol. Namun, setelah itu tidak pulang ke rumah.
Basuki menjelaskan, pihaknya sempat mendapatkan laporan jika pada Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 05.30 pagi, Riyan sempat mandi di Sungai Tlingsing di sekitaran Babadan 1. Informasi tersebut baru masuk ke pihaknya pada Minggu (6/4/2025)sekitar pukul 15.00.
“Sehingga kita pertimbangkan untuk proses pencarian pada Senin (7/4/2025) hari ini kita fokus menyisir Sungai Tlingsing dari Stabelan sampai ke Babadan,” jelasnya.
“Kita sebar 9 tim di 9 titik. Karena menurut informasi dari keluarga, Mas Riyan ini orangnya introvert dan jika melihat orang banyak dia akan menghindar,” imbuhnya.
Hal ini menjadi tantangan bagi tim, karena biasanya korban akan berteriak minta tolong. Namun untuk kasus ini, korban malah menghindar.
Ia mengatakan, melihat kontur Sungai Tlingsing dengan aliran kecil, dan baru berubah menjadi aliran besar jika ada hujan di puncak, sehingga kemungkinan tenggelam kecil. “Survivor ini selalu mobile, jadi ini tantangan kami,” ujarnya. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto