Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Ribuan Warga Rebutkan Lima Gunungan Ketupat Berisi Uang Rp 100 Ribu dan Voucher Paket Wisata

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 7 April 2025 | 02:30 WIB

 

Ribuan warga berebut gunungan ketupat berisi uang dan voucher saat acara Grebeg Kupat di Lapangan Drh. Soepardi, Kabupaten Magelang, Minggu (6/4/2025).   
Ribuan warga berebut gunungan ketupat berisi uang dan voucher saat acara Grebeg Kupat di Lapangan Drh. Soepardi, Kabupaten Magelang, Minggu (6/4/2025).  

RADARMAGELANG.ID, Mungkid –Kirab dan Grebeg Kupat (ketupat) digelar meriah di kompleks Lapangan Drh Soepardi, Minggu (6/4/2025).

Total 6.000 selongsong ketupat berisi uang kertas Rp 5 ribu-Rp 100 ribu dan voucher yang disusun dalam lima gunungan yang dikombinasi dengan aneka sayuran.

Sebelum jadi rebutan warga, empat gunungan ketupat diarak dari MAJT An-Nuur Kabupaten Magelang dan satu gunungan pengageng diarak dari Rumah Dinas Bupati Magelang.

Hanya dalam hitungan menit, lima gunungan ketupat pun ludes.

Kegiatan yang digelar Pemkab Magelang ini sempat berlangsung kacau.

Pasalnya, sebelum ada aba-aba dari panitia, gunungan ketupat keburu diperebutkan warga.

Mereka berebut dua gunungan ketupat utama (pengageng) dan tiga gunungan pendukung lainnya atau karaharjan.

“Tunggu dulu. Tunggu aba-aba sekedap nggih,” kata pemandu acara lewat pengeras suara.

Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan, kegiatan Grebeg Kupat ini sebenarnya agenda rutin di Dusun Dawung, Desa Banjarnegoro, Kecamatan Mertoyudan.

Namun mulai tahun ini ditingkatkan sebagai agenda rutin tingkat Kabupaten Magelang di bulan syawal.

“Mulai tahun ini, kita coba mengangkat kegiatan budaya ini ke tingkat kabupaten. Sehingga bisa dinikmati seluruh masyarakat Kabupaten Magelang dari berbagai daerah dengan cakupan yang lebih luas pastinya,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang usai Grebeg Kupat.

Grengseng berharap, kegiatan ini dapat meningkatkan gairah budaya di Kabupaten Magelang.

Juga menggeliatkan sektor UMKM dan pariwisata.

“Ini momentum di mana kita mendorong wilayah Borobudur menjadi destinasi wisata nasional yang tidak hanya tergantung dengan Candi Borobudur. Kreativitas masyarakat dengan kesenian dan agenda budaya seperti ini bisa menjadi satu destinasi,” kata Grengseng yang mengenakan busana adat Jawa.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang hadir dalam Grebeg Kupat ini mengatakan, kegiatan budaya ini menjadi momentum kebangkitan masyarakat Kabupaten Magelang, terutama terkait pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Saya pikir ini bukan sekadar prosesi seremonial, tapi ini merupakan momentum Kabupaten Magelang untuk bangkit,” ujarnya.

“Jadi nanti, potensi-potensi ini akan kita sinergikan untuk mendorong potensi untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sehingga tingkat kemiskinan di Kabupaten Magelang bisa kita selesaikan,” tambahnya.

Ketua Panitia Grebeg Kupat Kabupaten Magelang Tri Setyo Gepeng Nugroho menyampaikan, total ada 6.000 ketupat berisi uang kertas Rp 5 ribu sampai Rp 100 ribu.

Juga voucher paket wisata di Kabupaten Magelang.

“Untuk tinggi gunungan kupat utama sekitar 3,5 meter dan gunungan karaharjan sekitar 3 meter,” jelasnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#syawal #Grebeg Kupat #Grengseng Pamuji #ketupat #Kabupaten Magelang #voucher