RADARMAGELANG.ID, Mungkid — Pengunjung wisata Negeri Kahyangan Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang disuguhi sendratari, mulai Rabu (2/4/2025) sore lalu.
Sendratari ini garapan Rohmadi dan Rika Ayu Pengukir kali perdana dipentaskan. "Tari Kahyangan ini betul-betul kita garap untuk wisata Negeri Kahyangan. Belum ada di tempat lain," jelas Supri, pengelola wisata Negeri Kahyangan.
Tarian berdurasi 30 menit. Disuguhkan di amfiteater berkapasitas 1.500 orang, berlatar Gunung Merapi.
Ditampilkan hingga 7 April 2025. Diharapkan bisa menjadi atraksi wisata yang mengesankan pengunjung.
"Dalam rangka menambah daya tarik wisata di libur Lebaran, tarian ini berlangsung setiap hari," tambahnya.
Di momen Lebaran 1446 Hijriah ini, pihaknya mengaku kebanjiran pengunjung. Utamanya dari rombongan keluarga luar kota. "Dari kemarin (1/4/2025), jumlah pengunjung sudah tembus lebih dari 1.500 orang," akunya.
Sendratari mengisahkan dua bersaudara bernama Kahyangsora dan Shantasora. Keduanya memiliki kepribadian yang sangat beda.
Kahyangsora adalah pangeran yang mencari kehidupan di pegunungan, ditemani kera putih bernama Humanara. Ia bertemu dengan tujuh bidadari di Negeri Kahyangan.
Shantasora berubah perilakunya menjadi buruk karena tak kuat menahan godaan duniawi. Ia diwujudkan sebagai buto.
Merasa iri dengan kesuksesan Kahyangsora, ia berniat berbuat jahat untuk menjatuhkan Kahyangsora. Namun upaya itu digagalkan Humanara, si kera putih.
Shantasora akhirnya malu dan bersalah. Ia berjanji menepati janji apabila Kahyangsora memaafkan perbuatannya.
Sejak itu, Kahyangsora mengajak Shantasora menjadi orang baik lagi dan membangun Negeri Kahyangan bersama-sama dan tujuh bidadari. (put/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo