RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Kementerian Sosial (Kemensos) akan membuka dua Sekolah Rakyat di Kabupaten Magelang.
Sekolah ini akan beroperasi pada tahun ajaran baru 2025/2026 mendatang.
Sekolah Rakyat ditujukan khusus untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu. Kemensos menargetkan 100 Sekolah Rakyat akan beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menyampaikan, dari 100 Sekolah Rakyat yang sedang disiapkan, ada dua Sekolah Rakyat yang akan beroperasi di Kabupaten Magelang.
Yakni, di kompleks Sentra Antasena Magelang dan Tegalrejo.
“Nantinya akan kita revitalisasi dan dari PU juga sudah mengecek. Ini sekolah untuk orang-orang miskin,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang usai acara silaturahmi dan dialog bersama warga Desa Purwosari, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Senin (24/3/2025).
Agus menyampaikan, nantinya Sekolah Rakyat ini untuk orang-orang miskin di desil 1 dan desil 2.
Konsepnya sekolah boarding.
“Jadi, anak-anak nanti dididik tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, akan tetapi juga punya karakter kebangsaan yang hebat,” ujarnya.
Agus menyampaikan, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, 53 Sekolah Rakyat akan menerima siswa baru pada Juli mendatang.
Kapasitasnya, jika SD, SMP, dan SMA siswanya terpenuhi semua minimal 1.000 orang per Sekolah Rakyat.
“Minimal 1.000 orang per sekolah, lahan minimal SD, SMP, SMA itu sekitar 5 sampai 10 hektare,” imbuhnya.
Kepala Dinas Sosial, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana-Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Magelang Bela Pinarsi menjelaskan, Sekolah Rakyat di Gedung Pusdiklat Pamong Praja Tegalrejo akan melayani jenjang SMA dengan dua rombongan belajar (rombel).
"Kami mengusulkan dua rombongan belajar (rombel). Per rombel 50 (siswa)," kata Bela.
Kepala Sentra Antasena Magelang Supriyono menambahkan Sekolah Rakyat di lokasi tersebut sementara hanya akan menerima dua rombongan belajar, dengan masing-masing kelas terdiri atas 25 siswa.
"Sementara menampung dua rombongan belajar. Satu kelas 25 (siswa). Jadi, Juli menerima 50 siswa," ungkap Supriyono. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto