Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Perayaan Hari Jadi ke-41 Kota Mungkid Digelar Sederhana: Bergotong Royong, Wujudkan Kabupaten Magelang Anyar Gress

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 22 Maret 2025 | 06:05 WIB
Bupati Magelang Grengseng Pamuji dan wakilnya H. Sahid
Bupati Magelang Grengseng Pamuji dan wakilnya H. Sahid

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Hari ini, 22 Maret 2025, Kota Mungkid tepat berusia 41 tahun. Hari jadi ini menjadi penanda peristiwa perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Magelang ke Kota Mungkid.

Tepatnya pada Kamis, 22 Maret 1984.

Tahun ini, perayaan hari jadi Kota Mungkid ke-41 dilaksanakan secara sederhana. Terlebih, perayaan kali ini bertepatan dengan bulan Ramadan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang Adi Waryanto menjelaskan, Hari Jadi ke-41 Kota Mungkid dimulai pada Jumat (21/3/2025) malam ini dengan acara tirakatan dan sarasehan.  

Tema hari jadi tahun ini adalah “Bergotong Royong Mewujudkan Masyarakat Kabupaten Magelang yang Aman, Nyaman, Religius, Unggul dan Sejahtera (ANYAR GRESS).”

“Tema ini sesuai dengan visi dan misi Pak Bupati dan Wakil Bupati Magelang,” kata Adi kepada Jawa Pos Radar Magelang, Jumat (21/3/2025).

Adi menjelaskan, tema tersebut memiliki makna sesuai dengan visi dari Bupati Magelang.

Di mana dalam menjalankan visi maupun misi tersebut, perlu adanya kerja sama atau gotong royong dari seluruh elemen maupun komponen.

“Baik dari Forkopimda, akademisi, dari dunia usaha, masyarakat, serta seluruh rekan-rekan media. Sehingga dengan gotong royong ini, diharapkan visi misi Pak Bupati dan Wakil Bupati bisa terwujud sesuai dengan rencana yang terdokumentasi dalam RPJMD,” bebernya.

Ditambahkan, tema ini membawa spirit menyokong visi misi pemimpin baru Kabupaten Magelang.

Apalagi, lanjut Adi, pemimpin baru Kabupaten Magelang ini baru mulai memimpin 22 Februari 2025, meskipun efektifnya memimpin 1 Maret.

“Sehingga teman-teman di sini berusaha untuk membantu support seluruh program dari Pak Bupati dan Wakil Bupati Magelang saat ini,” ucapnya.

Salah satu prioritas Bupati Magelang Grengseng Pamuji dan Wakil Bupati Magelang Sahid di awal kepemimpinan ini, kata Adi, sesuai dengan visi misi yang sudah disampaikan pada janji kampanye.

Yakni, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dengan tidak mengesampingkan program unggulan di Kabupaten Magelang.

“Seperti pariwisata, pertanian, dan UMKM. Jadi, ini akan menjadi program yang didorong beliau,” katanya.

Bupati Grengseng Pamuji menyampaikan, gotong royong ini memiliki dua suku kata.

Yakni, gotong adalah gotong, sedangkan royong itu meramaikan.

Tapi tidak sekadar meramaikan, namun meramaikan yang meringankan.

“Misalnya, jika kita ingin membangun jalan. Aku iki duwe duite, tapi ora ana waktu. Aku tuku pasir, tapi kowe sing ngelakoni ya,” terangnya.

Jadi, di sini konteks gotong royong tidak semua jalan.

Tapi, semua berjalan sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

“Di sini yang perlu kita gaungkan adalah spirit,” ujarnya.

Sementara itu, rangkaian Hari Jadi ke-42 Kota Mungkid dimulai dengan kegiatan sarasehan Jumat tadi malam.

Sarasehan menghadirkan narasumber KH Dr Mahsun Mahfudz dan Guru Besar UGM Prof Ir Bakti Setiawan.

Keduanya menyampaikan paparan sesuai tema sarasehan, yakni Melangkah Bersama Mengukir Sejarah Ibu Kota Baru Magelang Anyar Gress.

Ya, soal ibu kota baru Kabupaten Magelang ini memang sudah diwacanakan. Sehingga nantinya wacana ikon Kabupaten Magelang itu adalah Borobudur, sehingga sarasehan tersebut memunculkan soal wacana tersebut,” kata Sekda Adi Waryanto.

Sehingga pihaknya ingin melihat respon dari audiensi seperti apa.

Pastinya, nanti setelah ini akan ada kajian soal tersebut.

Rangkaian acara berikutnya pada Sabtu (22/3/2025) pagi ini akan dilaksanakan upacara peringatan Hari Jadi ke-41 Kota Mungkid di GOR Pakubumi, Kompleks Gelora Nusantara Bumirejo, Mungkid, Kabupaten Magelang.

Adi menyampaikan, nantinya pakaian yang digunakan masih sama, yakni mengenakan pakaian adat Solo atau Jogja.

“Setelah upacara nanti akan ada bazar UMKM dan pasar murah,” ujarnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kota Mungkid #Sahid #hut kota mungkid #adi waryanto #Grengseng Pamuji #sekda kabupaten magelang