RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Jelang lebaran, Polresta Magelang pastikan aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintas di Kabupaten Magelang.
Untuk pengamanan digelar Operasi Ketupat Candi 2025, 23 Maret sampai 8 April.
Total ada 384 personel Polri dibantu TNI, Dishub, BPBD dan lainnya.
Kapolresta Magelang Kombes Pol Herbin Garbawiyata Jaya Sianipar usai Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Candi 2025 menyampaikan, ada empat pospam, satu pos pelayanan, dan satu pos terpadu untuk melayani masyarakat selama arus mudik dan balik Lebaran 2025.
"Kami persilakan kepada pemudik bisa beristirahat di pos-pos yang sudah kami siapkan," katanya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Polresta Magelang telah memetakan sejumlah jalur yang rawan macet dan kecelakaan saat arus mudik dan balik Lebaran 2025.
Sehingga pemudik yang hendak melintas, diminta waspada.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Magelang pun telah menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk mengurai kemacetan.
Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha memprediksi, jumlah kendaraan yang melintas di wilayahnya selama momentum libur Lebaran tahun ini tidak seramai tahun sebelumnya.
Dia menilai banyak kendaraan pribadi yang bakal memanfaatkan jalan tol di Klaten yang sudah difungsikan.
Meski begitu, Polresta Magelang telah memetakan jalur yang rawan macet dan kecelakaan lalu lintas.
Untuk titik kemacetan, biasanya terjadi di wilayah Payaman, Secang.
“Sebab, banyak warga yang akan berziarah di Masjid Agung Payaman dan berbelanja di Pasar Payaman,” ujarnya.
Titik kemacetan lain, di Pasar Muntilan, Pasar Krasak Salaman, dan Pasar Tegalrejo.
Juga di Simpang Artos Mertoyudan dan Jalan Pemuda Muntilan.
Sementara jalur rawan kecelakaan kebanyakan terdapat di Jalan Magelang-Jogja.
Tepatnya dari Kecamatan Salam sampai Mertoyudan.
Sebab, banyak u turn atau putaran dan persimpangan di sepanjang jalur tersebut.
Kemudian, jalur Magelang-Semarang dari Kecamatan Secang hingga perbatasan Temanggung.
Kepala Dishub Kabupaten Magelang Imam Basori mengutarakan, pos terpadu tersebut berada di Mendut dan dibuka selama 16 hari, 22 Maret - 8 April.
Fungsinya untuk pengendali pos lain yang tersebar di wilayah Kabupaten Magelang.
"Di pos terpadu, kita bisa memantau 28 kamera CCTV yang tersebar di Kabupaten Magelang," jelasnya.
Dia juga telah membuat skema terkait potensi kemacetan di wilayahnya.
Apabila terjadi antrean yang mengular lebih dari 500 meter di traffic light, Dishub bakal menambah durasi lampu hijau maksimal 60 detik.
“Terutama di Simpang Artos,” ujarnya.
Selain itu, akan ada rekayasa arus lalu lintas di jalur utama dari Semarang menuju Jogja.
Begitu pula dengan jalur-jalur alternatif dari Salatiga, Purworejo, maupun Boyolali.
Bagi kendaraan dari arah Salatiga, akan dipecah dua kali.
Di Kaponan Sawangan dan Tegalrejo.
Sementara dari arah Purworejo, Dishub bakal memecah kendaraan mulai dari Pasar Babrik Tempuran menuju arah kiri sampai tembus di Kalibening Payaman.
"Sehingga dari pantauan CCTV, kita bisa melihat mana arus lalu lintas yang padat dan bisa mengatur durasi waktu APILL yang bisa direkayasa," kata dia. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto