Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

24 Bidang Tanah Milik Kepala Desa Karangkajen, Secang, Magelang Terdampak Tol Jogja-Bawen

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Jumat, 14 Maret 2025 | 20:42 WIB
Kepala Desa Karangkajen As’ari menunjukkan besaran ganti rugi tanah miliknya yang terdampak proyek tol Jogja-Bawen.
Kepala Desa Karangkajen As’ari menunjukkan besaran ganti rugi tanah miliknya yang terdampak proyek tol Jogja-Bawen.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Proyek jalan tol Jogja-Bawen yang melintasi wilayah Secang, Kabupaten Magelang menjadi berkah bagi Kepala Desa Karangkajen As’ari.

Pasalnya, sebanyak 24 bidang tanah miliknya terdampak proyek strategis nasional itu hingga mendapatkan ganti rugi mencapai Rp 7,6 miliar.

Menurut As’ari, dari 24 bidang tanah yang terdampak proyek tol itu, tinggal tiga bidang yang masih belum dibebaskan.

“Kemarin total bidangnya 24. Tiga bidang hari ini, sisanya mungkin dua atau tiga bidang,” jelas As’ari usai mendapatkan uang ganti rugi di Balai Desa Donorejo, Secang, Kabupaten Magelang, Kamis (13/3/2025).

As’ari menyampaikan, hasil dari pembebasan bidang tanah ini nanti akan diinvestasikan lagi.

Pastinya untuk rumah yang terdampak akan dibelikan rumah lagi. “Ya, kita memang sudah invest,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Magelang di Balai Desa Donorejo, Kamis (13/3/2025), As’ari menerima pembebasan tiga bidang tanah senilai Rp 20,2 juta, Rp 76 juta, dan Rp 7,5 miliar. Kurang lebih As’ari menerima uang ganti rugi dari proyek jalan tol ini sebesar Rp 7,6 miliar.

Meskipun mendapatkan uang ganti rugi hingga miliaran, As’ari mengaku gembira sekaligus prihatin karena banyak lahan pertanian hilang, termasuk warganya harus direlokasi lantaran rumahnya terdampak proyek tol.

Ia mengatakan, sebagai kepala desa, dirinya mendorong warganya yang terdampak jalan tol untuk tetap memprioritaskan membeli rumah pengganti dulu,  termasuk membeli tanah pertaniaan sebagai pengganti lahan yang terdampak proyek tol.

“Karena ke depan tanah pertanian warga hilang, otomatis penghasilan akan berkurang. Karena itu, kita harus bisa minimal punya lahan pertanian yang sama. Sebab, kalau tidak ada lahan pertanian, warga kami yang rata-rata petani  mau kerja apa?” ujarnya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#ganti rugi #secang magelang #tol jogja-bawen