Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Wamentan Sudaryono: Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Naik dari Rp6.000 Jadi Rp6.500 per Kg

Magang Radar Magelang • Rabu, 26 Februari 2025 | 04:49 WIB
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (tengah) sedang berpidato dalam acara Rapat Koordinasi di Gudang Bulog Danurejo.
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman (tengah) sedang berpidato dalam acara Rapat Koordinasi di Gudang Bulog Danurejo.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid–Menteri Pertanian Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Luas Tambah Tanam dan Penyerapan Gabah & Beras 2025 yang digelar di Gudang Bulog Danurejo, Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Selasa (25/2/2025).

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh, termasuk anggota DPD Jawa Tengah Abdul Kholik, Wakil Bupati Magelang Sahid, Kepala BPPSDMP Idha Widi Arsanti, serta Direktur Bisnis Bulog Febby Novita.

Ratusan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Jawa Tengah juga hadir dalam rakor tersebut.

Rakor ini membahas sejumlah permasalahan utama di sektor pertanian, seperti akses pupuk, air irigasi, benih, serta HPP atau Harga Pembelian Pemerintah.

Dalam kesempatan itu, Wamentan Sudaryono mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 12 triliun tahun ini untuk memperbaiki, membangun, dan merawat saluran irigasi guna mendukung sektor pertanian.

“Mekanisme penebusan pupuk dan ketersediaan pupuk tahun ini merupakan yang terbaik sepanjang sejarah Republik Indonesia,” ujar Sudaryono dengan bangga.

Dalam hal HPP, pemerintah telah berhasil menaikkan harga gabah dari sebelumnya Rp6.000 per kilogram menjadi Rp6.500 per kilogram.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi sebuah keseimbangan antara kesejahteraan petani sekaligus menjaga harga yang terjangkau bagi masyarakat.

Menteri Pertanian saat diwawancarai oleh awak media.
Menteri Pertanian saat diwawancarai oleh awak media.

Mentan Amran Sulaiman yang tiba di lokasi satu jam setelah Wamentan menegaskan pentingnya peran PPL sebagai ujung tombak dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Ia meminta agar PPL lebih aktif turun ke lapangan untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi dan mencari solusi atas berbagai permasalahan yang mereka hadapi.

“PPL harus lebih aktif dan inisiatif, jangan hanya menunggu instruksi dari pusat,” tegas Amran.

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian menargetkan Bulog untuk menyerap 3 juta ton gabah dari petani.

Mentan menegaskan bahwa serapan gabah harus dilakukan secara maksimal dan tidak boleh di bawah HPP yang telah ditetapkan.

Selain itu, seluruh PPL juga diberikan tugas untuk meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT), Indeks Pertanaman, serta produktivitas pertanian guna mencapai swasembada pangan.

Saat ini, luas tanam mengalami peningkatan signifikan, terutama di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Secara nasional, peningkatan luas tanam tercatat mencapai 52 persen.

Direktur Pengadaan Bulog Prihasto Setyanto optimistis bahwa jika target penyerapan 3 juta ton gabah dapat tercapai, maka impor beras dapat dihentikan dan swasembada pangan dapat terwujud.

Sebagai langkah antisipasi lonjakan harga menjelang bulan Ramadan, Bulog juga telah menyiapkan beras murah yang dibarengi dengan operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga.

"Dengan berbagai kebijakan ini, pemerintah berharap ketahanan pangan nasional dapat terus diperkuat dan kesejahteraan petani semakin meningkat," harapnya. (mg4/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#kementerian #menteri pertanian #bulog #HPP gabah #pertanian #wamentan sudaryono