Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Forum Masyarakat Borobudur Bersatu Tuntut Pintu 1 dan 2 Dibuka Lagi, Tolak Pembatasan Naik ke Candi Borobudur 1.200 Wisatawan per Hari

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Senin, 3 Februari 2025 | 05:10 WIB

 

Aksi demo warga Borobudur mengkritisi pengelolaan kawasan Borobudur yang dinilai tidak berpihak kepada warga setempat, Minggu (2/2/2025).
Aksi demo warga Borobudur mengkritisi pengelolaan kawasan Borobudur yang dinilai tidak berpihak kepada warga setempat, Minggu (2/2/2025).

RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Masyarakat Borobudur kembali melakukan aksi demo di depan pintu masuk Taman Wisata Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (2/2/2025).

Mereka tergabung dalam Forum Masyarakat Borobudur Bersatu (FMBB) mengkritisi pengelolaan kawasan Borobudur yang dinilai tidak berpihak kepada warga setempat.

Ketua Forum Masyarakat Borobudur Bangkit Puguh Tri Warsono menyampaikan, dengan adanya pembatasan dan penutupan area pintu 1 dan 2  membuat perputaran ekonomi di kawasan sekitar Taman Wisata Candi Borobudur mati.

“Karena itu, kami meminta pembukaan kembali akses pintu 1 dan 2 agar ekonomi di sekitar bisa hidup kembali,” katanya.

Pegiat Wisata Borobudur Punjung Rahyuno menyampaikan, Borobudur merupakan kawasan yang sangat strategis.

Namun dengan adanya pembatasan pengunjung ke puncak candi hanya 1.200 wisatawan per hari, berdampak bagi roda ekonomi di sekitarnya.

“Kami tidak ingin pembatasan. Buka seluas-luasnya terkait dengan operasional di Candi Borobudur, salah satunya jangan ada pembatasan 1.200 wisatawan, demi kesejahteraan masyarakat. Tujuan kita di sini untuk kemakmuran rakyat Borobudur bukan individu,” tegasnya.

Aksi demo warga Borobudur mengkritisi pengelolaan kawasan Borobudur yang dinilai tidak berpihak kepada warga setempat, Minggu (2/2/2025).
Aksi demo warga Borobudur mengkritisi pengelolaan kawasan Borobudur yang dinilai tidak berpihak kepada warga setempat, Minggu (2/2/2025).

Selain itu, pihaknya menolak pembukaan restoran Prana Borobudur di zona 2 yang menjual, makanan, suvenir, dan oleh-oleh.

Hal ini benar-benar mengingkari kesepakatan bersama dan menjadikan Pasar Seni Kujon Sepi dan semakin tidak laku.

Peserta aksi berasal dari gabungan berbagai elemen.

Seperti pedagang yang tergabung dalam paguyuban Sentra Kerajinan Makanan Borobudur (SKMB), pelaku UMKM, homestay, hingga mahasiswa.

Aksi diawali dengan penampilan seni bertajuk Hilana Upatati.

Dilanjutkan dengan orasi budaya oleh perwakilan peserta aksi.

Juga ada penampilan seni bertajuk Raksasa Atawaka dan lantunan lagu Borobudur.

Pejabat Pengganti Sementara (Pgs) Corporate Secretary Group Head PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Destantiana Nurina mengatakan, tuntutan FMBB, salah satunya terkait pembukaan kembali pintu 1 dan 2, pihaknya akan mengkaji kembali.

“Akan kami kaji terlebih dahulu, namun tidak berarti memindahkan pintu. Untuk mencari solusi yang terbaik bagi masyarakat di sekitar pintu 1 dan 2,” katanya.

Menurutnya, adanya Kampung Seni Borobudur merupakan solusi, baik untuk permasalahan pelestarian maupun permasalahan pedagang.

“Nantinya kami akan cari solusi agar warga di sekitar pintu 1 dan 2 dapat pulih perekonomian. Kami berencana melakukan pertemuan one on one dengan seluruh tokoh masyarakat di sekitar Borobudur untuk menampung aspirasi dan harapan dari masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan untuk Prana Borobudur, pihaknya sedang berproses dengan seluruh stakeholder. Harapannya, ke depan tidak merugikan semua pihak.

“Baik TWC, pedagang, ataupun mitra kami,” katanya. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#candi borobudur #pegiat wisata #homestay #perekonomian #Taman Wisata Candi Borobudur