RADARMAGELANG.ID, Mungkid– Angka kemiskinan di Kabupaten Magelang mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Kabupaten Magelang, Nanda Cahyadi Pribadi menyebutkan, berdasarkan indikator makro yang dirilis BPS, angka kemiskinan Kabupaten Magelang tahun 2024 sebesar 10,83.
Angka ini menurun dibandingkan tahun 2023 sebesar 10,96. Hal itu diungkapkan Nanda dalam forum konsultasi publik rancangan awal (ranwal) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Magelang Tahun 2026, Jumat (24/1/2025).
Sedangkan indeks pembangunan manusia tahun 2024 sebesar 72,10, naik dari capaian tahun 2023 sebesar 71,56.
Tingkat pengangguran terbuka dengan capaian 3,55 persen. Angka ini lebih baik dibandingkan dengan capaian tahun 2023 sebesar 4,42 persen.
Lanjut Nanda, forum konsultasi publik Ranwal RKPD merupakan langkah awal dari serangkaian tahapan dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah tahunan.
RKPD Kabupaten Magelang Tahun 2026 disusun berdasar pada Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kabupaten Magelang Tahun 2025-2026.
Setelah pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih, akan dimulai penyusunan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2025-2029.
Rancangan RPJMD tersebut akan menjadi acuan dalam penyempurnaan RKPD Tahun 2026.
"Sinergi dan sinkronisasi menjadi faktor penting untuk keberhasilan perencanaan pembangunan,” ungkapnya dalam forum konsultasi publik Ranwal RKPD Kabupaten Magelang.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Magelang terpilih Grengseng Pamuji mengajak bersatu, berkontribusi memberikan yang terbaik untuk mewujudkan visi-misi Kabupaten Magelang.
"Saya dan Bapak Sahid terpilih menjadi bupati dan wakil bupati Magelang ingin membawa Kabupaten Magelang yang aman, nyaman, religius, unggul, dan makmur," ujar Grengseng.
Ke depan pihaknya fokus pada pendidikan dan kesehatan yang menjadi titik poin. Serta infrastruktur menjadi landasan pembangunan.
“Dengan harapan potensi yang luar biasa di Kabupaten Magelang dapat dimaksimalkan,” harapnya. (rfk/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo