Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Penyuluhan PIRT untuk UMKM Keripik Talas: Upaya Mendukung Ekonomi Lokal dan Pencegahan Stunting di Desa Kembangkuning

Ima Chofidatul Imanah • Selasa, 14 Januari 2025 | 19:22 WIB
Penyuluhan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang diadakan mahasiswa Unimma  di Dusun Jlupo Minggiran, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.
Penyuluhan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang diadakan mahasiswa Unimma di Dusun Jlupo Minggiran, Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma) mengadakan pendampingan pada pelaku usaha mikro kecil di Dusun Jlupo Minggiran Desa Kembangkuning, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Agar usaha yang dijalankan semakin berkembang maju.  

Kegiatan berupa penyuluhan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang diadakan pada Januari 2025 ini.

Penyuluhan bertujuan membantu Ety Sulastri,  kader kesehatan Dusun Djlupo Minggiran sekaligus produsen keripik talas dan kering talas, dalam memahami proses dan persyaratan pengajuan PIRT, yang menjadi salah satu syarat penting bagi usaha mikro untuk berkembang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja Mahasiswa dalam Pengabdian kepada Masyarakat Terpadu (PPMT) X Universitas Unimma menggandeng Renoning Diah Anggorowati, S.P., staf PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Kabupaten Magelang sebagai narasumber.

Dalam kesempatan tersebut, Renoning Diah Anggorowati menjelaskan secara rinci mengenai dokumen yang harus dipenuhi.

Seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), pembuatan label produk sesuai standar pengajuan PIRT, dan pelatihan-pelatihan yang perlu diikuti untuk mendukung pengajuan PIRT.

Ety Sulastri mengaku telah memiliki NIB, namun tidak mengetahui nomor NIB tersebut karena  saat mengurus sertifikat halal, belum diinfokan nomor NIB.

Untuk itu, Renoning turut membantu memverifikasi dokumen yang dimiliki Ety guna memastikan kelengkapan administrasinya.

Selain itu, mahasiswa PGSD Unimma, Satrio Wisnu Herlambang dan Rafee Zidhan Justicio, mendesain ulang label produk agar sesuai dengan standar pengajuan PIRT.

Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada peningkatan kapasitas usaha mikro, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan upaya pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Menurut Fungky Dyan Pertiwi, M.T., dosen pembimbing lapangan PPMT X, penguatan usaha mikro seperti yang dilakukan oleh Ety Sulastri dapat mendukung peningkatan ekonomi keluarga.

Ketika ekonomi keluarga membaik, pemenuhan gizi anak-anak juga lebih terjamin, yang pada akhirnya berkontribusi pada penurunan angka stunting.

Oleh karena itu, program PPMT X Universitas Muhammadiyah Magelang juga selaras dengan tema besar pencegahan stunting, bekerja sama dengan BKKBN Kabupaten Magelang dan Jawa Tengah.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa PGSD juga akan mengadakan pelatihan pengomposan organik di Desa Kembangkuning.

Pelatihan ini diharapkan menjadi penutup yang bermakna, sekaligus memberikan solusi untuk pengelolaan limbah organik di desa tersebut.

Fungky Dyan Pertiwi, M.T., berharap program ini tidak berhenti pada tahap implementasi, tetapi dapat memberikan dampak berkelanjutan baik dari segi ekonomi maupun edukasi, sehingga Dusun Djlupo Minggiran dapat terus bergerak maju dalam mengatasi masalah stunting di Jawa Tengah. (ima/web/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kecamatan Windusari #Unimma #Kabupaten Magelang #PIRT #Universitas Muhammadiyah Magelang