Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

PMK Merebak, 2.300 Ekor Sapi di Jawa Tengah Terinfeksi

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Sabtu, 11 Januari 2025 | 19:10 WIB

 

RADARMAGELANG.ID, M

Petugas Dispeterikan Kabupaten Magelang mengecek kondisi sapi di Pasar Hewan Muntilan.
Petugas Dispeterikan Kabupaten Magelang mengecek kondisi sapi di Pasar Hewan Muntilan.
ungkid–Merebaknya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah daerah berdampak terhadap transaksi jual beli ternak sapi di Pasar Hewan Kabupaten Magelang.

Salah satu pedagang di Pasar Hewan Muntilan, Kabupaten Magelang, Noval, merasakan dampak sepi sejak munculnya kembali kasus PMK, meski berjualan di tanggal pasaran Jawa, Rabu Kliwon (8/1/2025), yang biasanya selalu ramai transaksi jual beli hewan ternak sapi.

Diduga kondisi sepi ini lantaran para peternak sapi enggan membawa ternak mereka ke pasar hewan dan lebih memilih menunda penjualan karena takut akan risiko terpapar PMK.  

“Penjualan surut, pasar sepi, karena banyak pembeli khawatir beli dari pasar sehat sampai rumah mbolor (sakit PMK, Red),” kata Noval yang sudah berjualan sapi delapan tahun terakhir.

Noval mengaku sapi yang ia jual dibeli langsung dari peternak di desa-desa, sehingga terjamin kesehatan maupun kualitasnya. Bahkan sapi yang dijual juga sudah mendapat vaksin dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Dispeterikan) Kabupaten Magelang.

Menurutnya, merebaknya wabah PMK juga berdampak terhadap harga jual ternak sapi yang kini terus menurun.

Biasanya sapi ternak di Pasar Hewan Muntilan bisa mencapai harga Rp 18 juta-Rp 20 juta, namun kini turun hanya di kisaran Rp 16 juta per ekornya.

Selain itu, dengan kondisi saat ini juga mengakibatkan kerugian bagi para peternak maupun pedagang karena harga jual turun drastis. Belum lagi risiko kematian jika sapi sudah terjangkit PMK.

“Kalau musim kayak gini biasanya ramai, bisa menjual 3-4 ekor. Sekarang satu saja Alhamdulillah,” ujarnya.

Kepala UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kabupaten Magelang  Prasetyo Nugroho mengatakan, situasi di tengah wabah PMK ini jumlah pengunjung maupun hewan ternak yang masuk cenderung menurun.

Jumlah ternak sapi yang dijajakan di Pasar Hewan Muntilan juga cenderung sedikit hanya di kisaran 30-an ekor. Padahal, sebelum merebaknya PMK, Pasar Hewan Muntilan selalu dipadati hewan ternak hingga mencapai ratusan ekor.

Kondisi tersebut, menurutnya, lantaran ketakutan para peternak untuk membeli ternak baru, sehingga Pasar Hewan Muntilan menjadi lesu.

“Sebenarnya penurunan transaksi sudah terjadi sejak wabah PMK pertama dan berlanjut hingga saat ini. Mungkin sekarang (penurunan) tinggal 60-70 persen dari kondisi normal," jelas Prasetyo.

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana menyampaikan, hingga saat ini jumlah ternak sapi yang terinfeksi virus PMK mencapai 2.300 ekor dan sebanyak 50 ekor sapi lainnya dilaporkan mati.

Untuk mencegah merebaknya wabah tersebut, katanya, Pemprov Jateng telah melakukan sejumlah langkah seperti rutin melakukan vaksinasi dan memperketat pengawasan lalu lintas ternak yang masuk ke seluruh pasar hewan di Jateng.

Ia mengaku, jumlah hewan ternak, khususnya sapi di Jateng yang terinfeksi PMK terjadi peningkatan signifikan.

Atas peningkatan angka ternak yang terserang penyakit PMK, pemprov juga telah melakukan berbagai upaya pencegahan seperti melakukan koordinasi dengan provinsi lain untuk dilakukan pengecekan terlebih dahulu hewan tersebut sebelum dibawa keluar wilayah.

“Selain itu, agar hewan ternak yang sudah terinfeksi segera tertangani, kami telah memerintahkan setiap bupati maupun wali kota untuk segera melakukan vaksinasi dan upaya preventif lainnya,” ujar Pj Gubernur Jateng. (rfk/aro)

Editor : Lis Retno Wibowo