RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng Koridor Terminal Borobudur-Stasiun Kutoartjo kini menjadi andalan tak hanya bagi wisatawan yang ingin ke Candi Borobudur, tapi juga masyarakat biasa.
Bagaimana tidak, tarif murah meriah yang dipatok untuk sekali perjalanan terbilang sangat murah, yakni Rp 4.000 per orang, baik untuk penumpang domestik maupun mancanegara (wisman).
Bagian Administrasi Kasir BRT Trans Jateng Koridor Borobudur-Kutoarjo Rahmawati Agustine menjelaskan, tarif murah ini ditujukan untuk meringankan beban pengeluaran masyarakat dan pelaku perjalanan wisata.
Pihaknya berharap, tarif murah ini membangkitkan minat masyarakat untuk kembali menggunakan transportasi umum.
“Tarif Rp 4.000 itu ditujukan untuk masyarakat umum dan wisatawan. Sedangkan khusus pelajar, buruh, dan para veteran dikenakan tarif yang lebih murah, yakni Rp 2.000 untuk sekali perjalanan,” jelas Rahma kepada Jawa Pos Radar Magelang, Selasa (7/1/2025).
Ada syarat khusus bagi pelajar dan buruh, serta veteran yang ingin mendapatkan tarif Rp 2.000.
Para pelajar harus berseragam atau menunjukkan kartu pelajar.
Bagi buruh, menunjukkan ID Card atau berseragam. Dan bagi veteran, cukup menunjukkan ID Card veteran.
Dalam sehari, bus Trans Jateng ini mengangkut sekitar 2.000 penumpang di hari normal.
Sementara di hari libur, jumlahnya bisa naik dua kali lipat.
“Saat hari libur, antrean di halte sampai mengular,” terangnya.
Pengamatan Rahma, pelanggan setia bus Trans Jateng tidak hanya dari pelaku perjalanan wisata saja. Tapi juga pelajar, buruh, dan pedagang. Agar mereka bisa terlayani dengan baik, pihaknya beroperasi mulai pukul 05.00 sampai 17.00.
Bus Trans Jateng akan berangkat setiap 20 menit sekali. Sehingga tidak ada bus yang ngetem terlalu lama untuk menunggu kapasitas bus penuh terisi. Dengan kata lain, penuh atau tidak, bus Trans Jateng akan tetap jalan. Waktu tunggu yang tepat ini untuk memberikan kenyamanan bagi calon penumpang, agar bisa memperkirakan waktu keberangkatan.
Rahma menambahkan, Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah mengerahkan 14 armada bus. Tujuh bus diberangkatkan dari Borobudur, dan 7 bus berangkat dari Kutoarjo.
Pengguna bus Trans Jateng Permana Putra mengaku sudah menjadi pelanggan bus Trans Jateng sejak tiga bulanan ini. Sebelumnya, ia pulang dengan rute Stasiun Jatinegara (Jakarta) menuju Stasiun Lempuyangan (Jogjakarta). Perjalanan ke Magelang dilanjutkan dengan naik ojek online (ojol) dengan tarif di kisaran Rp 80.000-an.
“Kemudian saya mencoba rute Stasiun Jatinegara turun ke Stasiun Kutoarjo. Jarak dari stasiun ke Terminal Kutoarjo sangat dekat, jalan kaki hanya dua menit dan naik Trans Jateng turun di Terminal Borobudur cuma bayar Rp 4.000,” terangnya.
Sejak menggunakan bus Trans Jateng, Permana bisa memangkas biaya perjalanan untuk pulang ke Magelang. “Yang pasti sangat terbantu. Tarifnya murah, fasilitas bagus. Di dalam bus nggak pengap atau panas, karena sudah ber-AC. Pelayanannya juga ramah,” akunya.
Permana juga merasakan kemudahan dalam pembayaran tiket bus. Bisa pakai e-money, cash, dan QR-Code. “Kita juga diberi bukti pembayaran, sehingga pembayarannya transparan,” katanya. (put/aro)
Editor : H. Arif Riyanto