RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur Kabupaten Magelang menjadi salah satu tempat yang selalu ramai dikunjungi oleh para pelancong dari berbagai daerah.
Kedatangan mereka tidak hanya untuk beribadah maupun beristirahat, tapi juga untuk menikmati keindahan alam di Kabupaten Magelang dan kemegahan masjid tersebut.
Masjid dengan menara tujuh lantai ini selalu ramai dikunjungi para pelancong.
Dari atas menara, para pelancong bisa melihat Candi Borobudur yang berjarak sekitar tiga kilometer.
MAJT An-Nuur Magelang dibangun di atas lahan seluas 5 hektare di wilayah Sawitan, Kecamatan Mungkid.
Masjid ini diresmikan oleh Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana pada 26 Oktober 2024 lalu.
Masjid terdiri atas dua lantai.
Lantai 1 terdiri atas lobi dan berbagai ruangan termasuk ruang Badan Pelaksana, tempat wudhu, kamar mandi, dan tempat istirahat.
Masjid di lantai 2 dan halaman bisa menampung kurang lebih 8.000 jamaah.
Ketua Badan Pengelola MAJT An-Nuur Magelang Asfuri MS mengatakan, MAJT juga menyediakan ruang khusus di lantai satu untuk menginap dengan kapasitas 200 orang.
Pengelola pun tidak mematok tarif resmi jika ada pengunjung yang menginap. Namun mereka bisa memberi infaq seikhlasnya.
Ia mengaku, usai soft launching oleh Pj Gubernur Jateng, masjid ini selalu tidak sepi pelancong.
Per harinya ada 1.000 orang mengunjungi MAJT Magelang.
Bahkan pada Sabtu dan Minggu bisa mencapai 5.000 orang.
“Di masa libur Natal dan tahun baru kemarin, pengunjung mencapai 5.000 orang per hari. Dan pada gerakan subuh berjamaah pada 1 Januari 2025 dihadiri kurang lebih 6.000 jamaah,” katanya.
Saat salat Jumat, lanjutnya, jamaah membludak antara 5.000 hingga 6.000 orang. Selain dari Magelang dan Kedu Raya, pengunjung biasanya berasal dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Malang, bahkan luar Jawa, seperti Lampung.
“Tidak hanya salat, mereka kadang juga istirahat, tidur, maupun mandi di sini,” ujar Asfuri.
Saat ditanya kondisi Masjid An-Nuur yang lama, Asfuri menjelaskan, untuk masjid lama akan dipugar pada Februari 2025.
Di mana lantai atas untuk perpustakaan, sedangkan lantai bawah untuk kantor bersama. (rfk/aro)
Editor : H. Arif Riyanto