Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kirab Sedekah Bumi Punthuk Setumbu Jadi Komitmen Warga Dusun Kurahan Desa Karangrejo Untuk Selalu Melestarikan Alam

Magang Radar Magelang • Selasa, 24 Desember 2024 | 04:13 WIB

Gelar Sedekah Bumi Punthuk Setumbu yang diarak oleh warga Desa Karangrejo, Borobdur, Magelang.
Gelar Sedekah Bumi Punthuk Setumbu yang diarak oleh warga Desa Karangrejo, Borobdur, Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Warga Dusun Kurahan Desa Karangrejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang menggelar kirab puncak acara Sedekah Bumi Punthuk Setumbu.

Sedekah bumi berlangsung 3 hari mulai Sabtu- Senin (21 - 23 Desember 2024).   Gelar Sedekah Bumi Punthuk Setumbu digelar 2 tahun sekali dan kali ini mengusung tema ngaturaken sugeng nyawiji roso njogo bumi

Acara dibuka dengan siraman pengantin oleh ketua adat setempat. Lalu diadakan kirab menuju Punthuk Setumbu dengan start dari kebun buah, Dusun Kurahan, Karangrejo, Borobudur.

 Prosesi ini menggambarkan para leluhur yang sedang melakukan pembersihan diri.

“Leluhur itu di diejowantahkan sebagai sebagai pengantin dan mereka dibersihkan dengan cara disiram. Artinya juga sebagai simbol kesuburan bagi masyarakat,” ungkap Nur Yadzit, ketua panitia acara.

Antusiasme masyarakat Dusun Kurahan Desa Karangrejo sangat tinggi.

Dibuktikan dengan kreasi berbagai gunungan pangan yang dibuat dan berbagai hasil bumi lain yang dibawa.  

Menuju Punthuk Setumbu, para peserta kirab harus trekking terlebih dahulu mengingat Punthuk Setumbu berada pada ketinggian 300 mdpl. 

Selain memikul beban yang berat, kekompakan juga harus dijaga agar gunungan hasil bumi sampai di titik ritual. 

Sesampainya di atas, dilakukan prosesi pelepasan burung, tanam pohon, doa bersama dan rebutan gunungan. 

Menurut Nur Yadzit, Sedekah Bumi Punthuk Setumbu merupakan acara yang sakral dan terdapat filosofi di dalamnya. 

“Bahwasanya adanya Punthuk Setumbu kita mendapat keberkahan, kita mendapat rezeki kita mendapat apa yang kita harapkan.

Memakmurkan masyarakat sini dan kita melestarikan budaya budaya yang ada di Desa Karangrejo. Seperti kesenian juga ritual-ritual yang dilakukan oleh nenek moyang dulu,” paparnya.

Kirab melambangkan rasa syukur masyarakat Dusun Kurahan Desa Karangrejo terhadap karunia alam yang diberikan oleh Sang Pencipta. 

Mereka mengungkapkan rasa syukur dengan berkomitmen untuk bersatu dan bersama-sama menjaga kelestarian alam. 

Banyak wisatawan yang terpukau saat ritual ini digelar. Salah satunya Carlo, wisatawan Italia yang senang melihat para penduduk setempat melibatkan alam dalam prosesi keagamaan.

“Beautiful-beautiful because I love. The religion here is very contact with Natu and I think that very okay. In Europe now religion is not good and the people think so much business and here that the life is very quite and I like it is. (Indah indah karena aku suka. agama di sini sangat berhubungan dengan alam dan menurutku itu sangat baik. Di Eropa sekarang agama tidak baik dan orang-orang terlalu memikirkan bisnis dan di sini kehidupan sangat tenang dan aku menyukainya),”komentarnya menanggapi ritual tersebut. (mg26/mg25/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#borobudur #sedekah bumi #Punthuk Setumbu #kirab budaya #alam #borobudur bukan keajaiban dunia