RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Makam Sunan Geseng di kaki Gunung Andong salah satu destinasi wisata religi yang ramai peziarah.
Makam tersebut salah satu yang tertua di Kabupaten Magelang. Berlokasi di Desa Tirto, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang.
Sunan Geseng merupakan tokoh yang berperan penting dalam menyebarkan ajaran agama Islam di Jawa. Dikenal juga dengan nama Ki Cokrojoyo, berasal dari Purworejo. Ia murid Sunan Kalijaga.
Pertama kali Sunan Geseng bertemu dengan Sunan Kalijaga pada saat ia sedang mengumpulkan air nira untuk dijadikan gula sembari melantunkan syair.
Datanglah Sunan kalijaga yang memberikan sebuah nasihat mengenai nyanyian atau syair yang berbunyi ‘ya hayyu ya qayyum’ untuk dilafalkan, tetapi Sunan Geseng sulit untuk melafalkan Bahasa Arab.
Ia lantas diutus oleh Sunan Kalijaga untuk menjaga tongkat di hutan belantara sembari mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Setelah Sekian lama, kembalilah Sunan Kalijaga untuk melihat Cokrojoyo yang tetap setia menjaga tongkatnya.
Lantaran hutan dipenuhi dengan pohon yang lebat, kemudian Sunan Kalijaga membakar rerimbunan bambu itu hingga ludes.
Sehigga tubuh Cokrojoyo hangus seperti arang namun tidak terbakar. Sejak itu Cokrojoyo disebut Sunan Geseng.
Ia diperintah menyiarkan agama Islam di seluruh Nusantara. Oleha karena itu, petilasan Sunan Geseng terdapat di 44 tempat di berbagai wilayah Indonesia.
Di antaranya, Tuban, Kulonprogo, Bantul, Kediri, Tuban, Gersik, Klaten, dan Magelang.
Tempat penyebaran terakhir sebelum Sunan Geseng wafat di Desa Kleteran Grabag dan berwasiat disemayamkan di Bukit Tirto Grabag.
Makam Sunan Geseng menjadi salah satu wisata religi ternyaman dan indah dengan panorama Gunung Andong.
Menurut pengelola makam Sunan Geseng, Sohibul Alamah pengunjung yang datang tak hanya muslim.
“Banyak nonmuslim yang datang ke sini. Beberapa waktu lalu ada rombongan dari Prambanan, ziarah ke makam Sunan Geseng walaupun mereka bukan muslim,”ujar Sohib.
Peziarah ramai di bulan Sura, Syakban, Muharram, dan akhir pekan. Nurudin Sholeh, kepala MI Ma'arif Drono berziarah dengan mengajak murid-muridnya. Rombongan sebanyak 90 orang.
”Ziarah untuk melestarikan tradisi perintah berziarah dan sebagai pembelajaran bagi anak-anak untuk mengingat bahwasanya seseorang yang hidup pasti akan mati,” terang Nurudin menjelaskan tujuan berziarah.
Terdapat dua jalur menuju makam Sunan Geseng yakini jalur tangga yang cukup tinggi dan jalur ojek.
Makam Sunan Geseng buka setiap hari selama 24 jam, tanpa tiket masuk hanya memberikan infak. (mg19/mg23/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo