Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Mengenal Kampung Anggrek Sidomulyo Candimulyo Kabupaten Magelang, Proyeksikan Tembus Pasar Jepang dan Singapura

Magang Radar Magelang • Jumat, 22 November 2024 | 23:57 WIB

 

Ikhsan Nur Wicaksono di depan kebun anggreknya di Desa Sidomulyo Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang.
Ikhsan Nur Wicaksono di depan kebun anggreknya di Desa Sidomulyo Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang.

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Kecamatan Candimulyo Kabupaten Magelang kini tak lagi dikenal sebagai sentra durian.

Namun juga populer sebagai kampung anggrek. Khususnya di Desa Sidomulyo Kecamatan Candimulyo.

Warga setempat banyak yang membudidayakan anggrek. Lalu menjualnya di pekarangan depan rumah. Lebih dari 10 warga setempat yang membudidayakan anggrek ini.

Tak heran bila kemudian Sidomulyo disembut kampung anggrek. Kepala Desa Sidomulyo Edy Santoso mengatakan pihaknya sangat mendukung upaya warganya dengan budidaya anggrek ini.

“Kami selaku pemerintah desa ikut bangga dengan upaya warga membudidayakan anggrek.

Ini dapat membantu perkembangan perekonomian masyarakat Desa Sidomulyo,” ujar Edy Santoso kepada Jawa Pos Radar Magelang ketika ditemui di kantornya.

Dukungan itu diwujudkan dalam perizinan tempat usaha pembudidayaan anggrek.

Pioner budidaya anggrek di Sidomulyo adalah Ikshan Nur Wicaksono pemilik Sidomulyo Orchid. Pria 30 tahun ini  memulai memulai usaha anggrek pada tahun 2018.

Kala itu, dia belum memiliki basic mengenai budidaya, sehingga usahanya belum membuahkan hasil.

Ikhsan memulai kembali bisnis anggrek sebagai reseller sembari mengevaluasi dan mendalami budidaya tanaman ini.

Kini ia sudah mempunyai 30 karyawan tetap dan kebun tempat budidaya anggrek seluas 4000 m².

Kebun anggrek milik Ikhsan berbentuk green house yang berfungsi untuk menyesuaikan tempat perkembangan anggrek.

Terdapat dua jenis tanaman anggrek yang dibudidaya yakni bulan dan dendrobium.

Kedua jenis anggrek tersebut memiliki ciri khas dan keunggulan masing-masing.

Anggrek bulan mempunyai daun lonjong memanjang dengan ujung bulat jumlahnya tidak lebih dari 5 helai.

Tangkai yang memanjang dengan bunga yang berjumlah lebih dari 10 dalam satu tangkai, anggrek bulan memiliki bunga yang besar.

Ketahanan bunga anggrek bulan saat mekar mencapai dua bulan. Anggrek bulan lebih cocok ditanam di wilayah yang dingin.

Kurang cocok  ditanam di tempat yang panas karena dapat menyebabkan daun gosong dan rusak.

Sebaliknya, anggrek dendrobium memiliki ciri fisik dengan batang memanjang dengan daun berbentuk oval.

Dendrobium dapat tumbuh lebih tinggi dari anggrek bulan. Bunga dendrobium juga terdapat dua jenis, yaitu bulat dan keriting, tergantung jenisnya.

Ukuran bunga yang dimiliki anggrek dendrobium umumnya lebih kecil dari anggrek bulan.     

Anggrek ini aman ditanam di tempat yang panas. Berbanding terbalik dengan anggrek bulan yang rentan terhadap panas.

Meskipun bunga yang dimiliki dendrobium lebih kecil dari bulan, kelebihannya yang tahan terhadap cuaca panas memberikan daya tarik tersendiri.

Ikhsan memiliki beberapa green house yang berlokasi di Sidomulyo. Di sana merupakan tempat pembesaran untuk anggrek bulan dan dendrobium.

Green house tempat anggrek dibudidayakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.
Green house tempat anggrek dibudidayakan di Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang.

Green house terbuat dari plastik dan diberi paranet hitam agar tanaman tidak terkena sinar matahari langsung.

Karena sinar matahari langsung dapat merusak daun. Di dalam green house terdapat blower yang berfungsi untuk sirkulasi udara dan mendinginkan suhu. Anggrek disiram sebanyak 3 hari sekali agar tidak kekeringan. 

Ikhsan juga memaparkan tips memelihara anggrek, “Teknik perawatan anggrek yang mudah yang penting itu jaga kelembaban, tidak terlalu basah tidak dan terlalu kering agar tidak membusuk.

Karena jika teknik perawatannya benar, tanaman anggrek akan bertahan lama,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Kebun milik Ikhsan membesarkan bibit anggrek yang berusia 2-7 bulan yang kemudian dibungakan. Usia ideal bunga anggrek yang siap dijual berkisar 18 bulan.

Anggrek yang dijual harganya beragam. Untuk anggrek bulan mulai dari Rp 100.000 - Rp. 150.000, tergantung bunga dan jenisnya.

Untuk anggrek dendrobium mulai dari Rp 50.000 - Rp 70.000 tergantung dengan tanaman yang dipilih.

Anggrek dipasarkan ke Jogjakarta, Jakarta dan Bali. Selain itu dikirim ke distributor.

“Harapan kita untuk usaha anggrek bisa memenuhi pasar ekspor. Rencananya kami akan mengekspor anggrek ke Jepang dan Singapura,” jelas Ikhsan.

Pihaknya memasarkan anggren via media sosial. Seperti Instagram, Facebook, website, dan di Shopee.

Untuk pelanggan yang ingin membeli secara offline dapat mengunjungi tokonya di Dusun Sudimoro RT 3 RW 2, Desa Sidomulyo, Kecamatan Candimulyo, Kabupaten Magelang. Buka setiap hari dari jam 08.00 sampai 17.00. (mg19/mg23/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#anggrek bulan #magelang #kampung anggrek #Mungkid #ekspor #dendrobium #Kabupaten Magelang #sidomulyo orchid #Desa Sidomulyo Kecamatan Candimulyo