Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Kisah Inspiratif Alumni BLK Kabupaten Magelang: Buka Usaha Katering dari Nol, Sempat Diterjang Pandemi, Kini Berkembang Pesat, Layani Partai Besar

Magang Radar Magelang • Jumat, 22 November 2024 | 17:26 WIB
Nindita Nilandeta, pelaku usaha kuliner snack & katering jebolan dari BLK Kabupaten Magelang saat ditemui di rumahnya, Kamis (31/10/2024)
Nindita Nilandeta, pelaku usaha kuliner snack & katering jebolan dari BLK Kabupaten Magelang saat ditemui di rumahnya, Kamis (31/10/2024)

RADARMAGELANG.ID, Mungkid – Bermodal ketekunan dan keberanian, Nindita Nilandeta membuka usaha katering dan snack. Perempuan berusia 31 tahun ini merupakan alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang.

Dari bekal pelatihan di BLK tersebut, ia lantas mencoba usaha katering di rumahnya di Jalan Sudirman KM 2,5 Kranggan, Desa Wringinputih, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang.

Usaha yang diberi nama Indy Snack ini sekarang berkembang. Banyak menerima pesanan untuk katering maupun snack dari perkantoran maupun acara pernikahan.

Namun kesukesan itu tidak datang begitu saja. Nindita mengawalinya dengan kerja keras dan berangkat dengan modal yang sangat terbatas bahkan tanpa alat yang memadai.  

Cerita dia, pada tahun 2014, Nindita mulai menerima pesanan skala kecil, meski saat itu masih bergantung pada produk jadi.

"Awalnya hanya menerima pesanan roti dan kue dari pihak luar karena memang belum bisa bikin sendiri. Alat juga nggak punya," ungkapnya.

Momen perubahan besar terjadi pada 2021 saat ia memutuskan untuk mengikuti program pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang.

Selama sebulan, Nindita mengasah keterampilan membuat roti, kue tradisional, dan berbagai olahan masakan lainnya.

"Pelatihan di BLK sangat membantu. Dari yang nggak bisa bikin roti, sekarang jadi bisa sendiri," katanya bersemangat.

Dalam prosesnya, Nindita menambah alat-alat penting secara bertahap. Setiap kali ada pesanan, sebagian keuntungan ia sisihkan untuk membeli peralatan seperti oven dan mixer.

Kini, “Indy Snack” memiliki peralatan lengkap untuk memenuhi pesanan besar. "Kalau pesanan pernikahan bisa sampai 200-300 boks. Jadi sekarang lebih siap," ujarnya.

Meski begitu, perjalanan bisnis Nindita tidak selalu mulus. Pandemi sempat menjadi masa sulit ketika sejumlah pesanan dibatalkan.

Misalnya 50 boks batal. Namun, Nindita tetap optimistis dan terus memperbaiki usahanya.

Untuk harga, “Indy Snack” menawarkan pilihan variatif mulai dari Rp 20.000 hingga Rp 35.000 per boks untuk makanan.

Sedangkan snack dihargai Rp 7.000 hingga Rp 15.000. Harapannya ke depan, Nindita ingin usahanya semakin berkembang.

"Semoga tambah laris, tambah maju, dan terus berkembang lebih besar lagi," tutupnya optimistis. (mg28/lis)

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#membuat kue #Indy snack #pesanan roti dan kue #borobudur #usaha katering #Balai Latihan Kerja (BLK) #Kabupaten Magelang