RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Ana Wahidatul Rohimah warga Dusun Balong, Desa Tanggulrejo Kecamatan Tempuran salah satu alumni Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Magelang.
Ibu dua anak ini membuktikan, keterampilan menjahit yang diperoleh dari pelatihan di BLK mampu menjadi pintu rezeki yang berkelanjutan.
Setelah meninggalkan pekerjaan lamanya di pabrik garmen, perempuan 35 tahun ini berhasil merintis usaha jahit rumahan di desanya.
Ana mengenang pengalaman berharganya saat mengikuti program BLK bidang menjahit selama dua bulan.
“Materi yang saya dapatkan benar-benar dari dasar. Mulai dari pengenalan mesin jahit, menyambung benang, membuat pola, sampai membuat baju jadi,” ujarnya ketika ditemui di rumahnya.
Ia mengaku ilmu yang diperoleh tidak hanya memberi kemampuan teknis, tetapi juga menambah kepercayaan diri untuk memulai usaha sendiri.
Modal awalnya Rp 2,5 juta untuk membeli mesin jahit jarum tunggal.
Dengan berjalannya waktu dan peningkatan jumlah pelanggan, ia menambah dua mesin lagi, termasuk mesin obras.
Kini ia memiliki tiga mesin jahit yang membantunya memenuhi permintaan konsumen.
"Alhamdulillah, respon pelanggan baik. Mereka cocok dengan hasil jahitan saya dan sering kembali," tuturnya.
Kepercayaan masyarakat pun meningkat, terbukti dengan pesanan seragam TPA dari wilayah Borobudur yang sedang dikerjakannya.
Selain itu, layanan permak pakaian, paling banyak diminati dengan rata-rata 3–4 pesanan per hari.
Ana merasa pelatihan BLK sangat membantunya dalam memahami metode menjahit yang baik dan benar.
Program ini sekaligus memberinya kesempatan untuk memenuhi harapan almarhum ayahnya yang dahulu pernah mendorongnya belajar menjahit.
“Peran BLK sangat besar bagi saya. Dulu saya benar-benar awam soal jahit-menjahit. Sekarang saya merasa siap menerima pesanan,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.
Namun, usaha ini tidak lepas dari tantangan. Ana mengaku kewalahan ketika jumlah pesanan meningkat.
Sehingga ia mencari bantuan tenaga tambahan. Ke depan, Ana berharap dapat mengembangkan usaha menjadi konveksi agar bisa membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
“Syukur-syukur bisa buka konveksi sendiri, jadi bisa bantu warga sini juga,” harapnya. (mg28/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo