Artikel Ilmiah Berita Entertainment Features Jateng Kecantikan Khazanah Lifestyle Magelang Makan Enak Mungkid Nasional Olahraga Otomotif Piknik Pojok Kampung Semarang Temanggung Travel Viral Wonosobo

Meriah! Grebeg Ojeg Drojogan Salaman Magelang Genap Satu Dekade, Warga Antusias Berebut Gunungan

Magang Radar Magelang • Senin, 14 Oktober 2024 | 06:45 WIB
Warga antusias berebut Gunungan Ojeg di Lapangan Drojogan, Sidomulyo, Salaman, Kabupaten Magelang, Minggu(13/10/2024)
Warga antusias berebut Gunungan Ojeg di Lapangan Drojogan, Sidomulyo, Salaman, Kabupaten Magelang, Minggu(13/10/2024)

 

RADARMAGELANG.ID, Mungkid— Warga Dusun Drojogan, Desa Sidomulyo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang tumpah ruah di Lapangan Drojogan, Minggu (13/10/2024) untuk merayakan Grebeg Ojeg.

Tradisi syukuran ini sekaligus untuk menyambut Hari Sumpah Pemuda.

Acara tahunan ini telah memasuki usia satu dekade dan berlangsung selama tiga hari penuh kemeriahan.

Puncak acara ditandai dengan kirab gunungan Ojeg yang melibatkan rombongan marching band dan sekitar 500 penari dari masyarakat Drojogan.

Mereka mengarak gunungan Ojeg yang dibawa oleh empat orang berpakaian kostum pewayangan Punokawan mengelilingi Desa Sidomulyo, sebelum akhirnya tiba di Lapangan Drojogan.

Suasana semakin meriah saat warga berebut gunungan yang melambangkan keberkahan dan rasa syukur.

Gunungan Ojeg dibawa para Punokawan memasuki Lapangan Drojogan yang nantinya akan di perebutkan warga, Minggu (13/10/2024)
Gunungan Ojeg dibawa para Punokawan memasuki Lapangan Drojogan yang nantinya akan di perebutkan warga, Minggu (13/10/2024)

Zamzin MPd mewakili Pj Bupati Magelang menegaskan pentingnya pelestarian budaya lokal.

“Adanya Grebeg Ojeg ini merupakan perwujudan pelestarian budaya yang harus dilestarikan untuk menangkal budaya asing,” ungkapnya.

Ia juga berharap agar tradisi ini terus berlanjut sebagai bentuk tradisi lokal.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Magelang selalu mendukung acara seperti ini, terutama kirab gunungan Grebeg Ojeg,” katanya.

Kegiatan ini diselenggarakan Komunitas Petruk Bagong (Kompeba).

Menurut anggota Kompeba Ahmad, Grebeg Ojeg tidak hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga sebagai sarana untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.

“Kami ingin Grebeg Ojeg menjadi acara yang tidak hanya dinikmati, tetapi juga menjadi media untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda,” kata Ahmad salah satu anggota Kompeba.

Antusiasme warga sangat terasa saat gunungan Ojeg tiba di Lapangan Drojogan.

Banyak pengunjung yang berebut untuk mendapatkan bagian dari gunungan sebagai simbol berkah dan rezeki.

Seorang pengunjung, Rina, 25, mengungkapkan kebahagiaannya.

“Saya selalu menunggu acara ini setiap tahun. Grebeg Ojeg adalah tradisi yang unik dan harus lestarikan,” ujarnya.

Perayaan satu dekade Grebeg Ojeg di Drojogan menunjukkan bahwa tradisi ini masih hidup dan mampu menyatukan warga dalam semangat kebersamaan serta pelestarian budaya.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat, Grebeg Ojeg diharapkan terus berkembang dan menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Magelang. (mg28/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#gunungan ojeg #Grebeg Ojeg #Salaman #Kabupaten Magelang