Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur Magelang Bawakan Drama Tari Sutasoma di TMII
Puput Puspitasari• Senin, 14 Oktober 2024 | 06:06 WIB
Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur tampil di TMII membawakan tari drama Sutasoma, Minggu (13/10/2024).
RADARMAGELANG.ID, Magelang - Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur jadi duta seni Kabupaten Magelang.
Mereka berhasil memukau penonton kala membawakan drama tari Sutasoma di Anjungan Jawa Tengah Taman Mini Indonesia Indah, Minggu (13/10/2024).
Tarian ini memuat unsur keragaman kesenian rakyat khas Magelang.
Seperti tari Soreng, Gedruk, dan Jaranan.
"Pementasan ini juga bernuansa pituturan yang dibalut dalam satu sajian khusus berdasar cerita Sutasoma dari narasi cerita relief di Candi Borobudur," kata Eko Sunyoto saat dihubungi Jawa Pos Radar Magelang.
Pendiri sekaligus pemilik Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur ini menambahkan, cerita Sutasoma ini ada di lantai 1, bagian selatan, luar dan atas, panel 116 – 119.
Drama tari Sutasoma menceritakan tentang Raja Raksasa Kalmasapadha, anak dari Raja Sudasa yang menggegerkan dunia karena kekejamannya.
Ia melanjutkan cerita, Kalmasapadha menawan Raja dan Pangeran untuk dijadikan santapannya.
"Tindakan Raja Kalmasapadha menghasilkan ketakutan yang luar biasa. Bahkan, Pangeran Sutasoma, Putra Mahkota Negara Hastinapura tidak luput dari kekejaman Sang Kalmasapadha. Sang
Pangeran pun ditangkap.
Permintaan terakhirnya terhadap Kalmasapadha adalah untuk
memberikan waktu seorang Brahmana yang akan mengajarkan ilmu kebajikan," paparnya.
Eko mengisahkan, berkat kerendahan hati, kesederhanaan, dan kebajikan yang dimiliki, Pangeran Sutasoma mampu memberikan pencerahan kepada Kalmasapadha.
"Kalmasapdha akhirnya sadar untuk berbuat kebaikan di muka bumi," ujar Eko.
Penampilan Sanggar Kinnara Kinnari Borobudur diakui bukan sekadar tari biasa.
Tapi sekaligus mengenalkan kekayaan budaya di Kabupaten Magelang. (put/aro)